Dua Terdakwa Akui Lakukan Korupsi Proyek di Kemenag Aceh, Berharap Diringankan Hukuman

JPU telah menuntut Hendra Saputra dan Yuliardi masing-masing 1,6 tahun penjara, atau denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

Dua Terdakwa Akui Lakukan Korupsi Proyek di Kemenag Aceh, Berharap Diringankan Hukuman
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Penyidik Kejati Aceh menahan tersangka HS, Direktur Utama PT Supernova Jaya Mandiri terkait kasus dugaan korupsi perencanaan pembangunan Kanwil Kemenag Aceh tahun 2015. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Perjalanan kasus dugaan korupsi proyek perencanaan pembangunan gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh tahun 2015 dengan kerugian Rp 1,1 miliar lebih dari pagu Rp 1,2 miliar akan segera berakhir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Saat ini dua terdakwa kasus itu, yaitu Hendra Saputra selaku Direktur Utama PT Supernova Jaya Mandiri dan Yuliardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenag Aceh sedang menunggu sidang pamungkas yang akan digelar Kamis (21/3/2019).

“Kamis (21 Maret 2019) ini pembacaan putusannya,” katanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Umar SH menjawab Serambinews.com, (Selasa (19/3/2019).

Sebelumnya, pada Kamis, 21 Februari 2019, JPU telah menuntut Hendra Saputra dan Yuliardi masing-masing 1,6 tahun penjara, atau denda Rp 50 juta jika tidak sanggup bisa diganti kurungan (subsider) tiga bulan.

Khusus untuk Hendra, jaksa membebankan untuk membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 1.018.751.127.

Apabila terdakwa tidak membayarnya paling lama satu bulan sesudah putusan ikrah, maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi sisa uang pengganti tersebut.

Pada Kamis, 28 Februari lalu, kedua terdakwa juga telah menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) yang pada intinya meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim yang diketuai Eti Astuti SH.

Atas kasus korupsi ini, para terdakwa juga mengakui perbuatannya.

Baca: KPK Duga Romahurmuziy Tak Sendirian Terima Aliran Dana Suap Jual Beli Jabatan di Kemenag

Baca: Mahfud MD Ungkap Kejanggalan di Kemenag, Beberkan Pesannya yang Tak Dilaksanakan Menteri Lukman

Baca: GeRAK Kirim Audit Kemenag Aceh Ke KPK, Diduga Terkait Dengan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag RI

Sebelumnya diberitakan, perencanaan pembangunan gedung Kanwil Kemenag Aceh dikerjakan oleh PT Supernova Jaya Mandiri dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar lebih dari pagu Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBN 2015.

Pada 2016, penyidik mulai mengusut proyek itu dan kemudian menetapkan dua tersangka.

Dalam penanganan kasus tersebut, Kejati juga menggandeng tim koordinasi dan supervisi (korsup) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempercepat proses penanganannya.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam perencanaan pembangunan tersebut.

Selama penanganan kasus itu, penyidik Kejati pernah menggeledah Kantor PT Supernova Jaya Mandiri, dan Kanwil Kemenag Aceh. Sebelum perkara itu disidangkan.

Hendra Saputra pun menunjukan itikad baiknya dengan mengembalikankerugian negara sebesar Rp 750 juta kepada penyidik Kejati Aceh. (*)

Baca: Titanoboa Dikenal Ular Terbesar di Dunia, Ukuran Tubuhnya Sebesar Bus, Bobotnya 1.133 Kilogram

Baca: Daftar Smartphone Murah Seharga 1 Jutaan, Memori 3GB RAM dan Dual Kamera, Dari Oppo hingga Vivo

Baca: Thailand Hukum Polisi Kelebihan Berat Badan, Dikirim ke Kamp Penghancuran Perut Buncit & Digunduli

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved