Opini

Fenomena Korupsi di Kementerian Agama

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy yang akrab dipanggil Romi

Fenomena Korupsi di Kementerian Agama
Kolase Instagram Mahfud MD / Kompas.com
Mantan Ketua MK, Mahfud MD dan Romahurmuziy 

Oleh Rustam Effendi

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy yang akrab dipanggil Romi, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Publik di seantero Tanah Air pun terkejut, tak menyangka jika penangkapan Romi ternyata berkait dengan pihak lain.

Adalah fakta, KPK meneruskan langkahnya dan hingga tulisan ini dibuat masih belum berujung. KPK, misalnya, menyegel dan menggeledah ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Ruangan Sekjen dan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) pun ikut jadi sasaran penyegelan. KPK bergerak begitu cepat.

Dari info yang beredar di media, ditemukan uang bernilai ratusan juta rupiah berbentuk rupiah dan dolar di ruangan Menteri Agama. Sebelumnya, ditemukan juga ratusan juta rupiah yang ditengarai berhubungan dengan proses transaksi jual-beli jabatan yang dilakukan Romi. Dan, uang itu juga yang dijadikan bukti, sehingga Romi dan pihak Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dan Kepala Kankemenag Kabupaten Gresik tertangkap tangan oleh KPK. Tak ayal, Romi dan rekan-rekannya itu digelandang ke gedung Merah dengan berbajukan rompi warna oranye itu.

Berulang-ulang
Bukan kali ini saja kasus korupsi menimpa pejabat di Kemenag RI. Beberapa kasus korupsi pernah terjadi dan sudah disingkap dengan sejumlah terhukum yang terpaksa meringkuk di dalam sel penjara.

Mungkin, ingatan publik masih segar soal kasus dana haji yang menjerat dan berujung pada terpenjaranya Suryadharma Ali, mantan Menteri Agama yang juga Ketua Umum PPP.

Kemudian, ada kasus korupsi proyek pengadaan Alquran yang amat memalukan itu yang telah memenjarakan Zulkarnain Djabar dan anaknya, serta seorang politikus Partai Golkar, Fahd A Rafiq. Ada juga korupsi dana pembangunan masjid di NTB. Proyek pengadaan buku pun ikut dilalap. Pengadaan alat laboratorium untuk Madrasah Tsanawiyah juga tak ketinggalan dikorup oleh pejabat di Kemenag. Mashaa Allah.

Sebagai publik kita tentu patut bertanya; ada apa dengan Kemenag RI ini? Mengapa kasus korupsi begitu mewabah dan sering terjadi di kementerian ini? Mengapa itu harus terjadi? Bahkan, mereka seperti tak mau kalah dengan beberapa kementerian lain, seperti Kementerian Perhubungan, misalnya.

Harus disadari, tertangkap tangannya Romi oleh KPK beberapa hari lalu, telah menambah catatan buruk pada halaman Buku Kementerian Agama. Jujur saja, ada hal yang kurang bisa diterima oleh publik. Simpulnya, tak pantas dan tak bermoral rasanya perilaku pejabat di Kementerian. Jika kasusnya terjadi sekali, mungkin boleh jadi ini dapat dimaklumi sebagai faktor “kekhilafan”, tak disengaja, kesalahan administratif, atau apalah namanya. Tapi, ini bukan. Tidak hanya sekali. Berkali-kali. Pikiran kita pun menerawang ke mana-mana sampai dihinggapi banyak pertanyaan.

Bukankah kementerian ini merupakan pihak terdepan yang ditugaskan untuk mengurus soal layanan kepada umat beragama di Tanah Air? Tidakkah lembaga ini yang berwenang menata atau membenahi persoalan keagamaan, termasuk mendidik, membina akhlak dan moral sumber daya manusia (SDM) di neger ini? Bukankah kementerian ini yang mengurus segala persoalan keumatan, mulai perkawinan, perselisihan rumah tangga, perceraian, harta warisan, dan lainnya dengan unsur perangkat paling lengkap, dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan (KUAKec)?

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved