Opini

Fenomena Korupsi di Kementerian Agama

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy yang akrab dipanggil Romi

Fenomena Korupsi di Kementerian Agama
Kolase Instagram Mahfud MD / Kompas.com
Mantan Ketua MK, Mahfud MD dan Romahurmuziy 

Bukankah kementerian ini juga yang menaungi dan mengelola masalah pendidikan keagamaan mulai dari MIN, MTsN, MAN, hingga perguruan tinggi, termasuk juga pesantren/dayah? Bukankah umat Islam yang ingin berhaji ke Tanah Suci juga diurus, dikelola, dan dilayani oleh Kementerian Agama ini? Ini pertanda bahwa kedudukan kementerian ini paling strategis dalam konteks pembangunan bangsa ini. Bahkan, lewat kementerian ini kualitas bangsa ini ditentukan.

Jika perilaku korup yang amat tidak patut itu selalu dipertontonkan berulang-ulang oleh mereka, para pejabat Kemenag ini, kita selaku rakyat tentu pantas kecewa. Mereka seperti tidak jera-jera, tidak kapok-kapok, dan terkesan tidak malu kepada rakyatnya.

Betapa hancurnya nurani rakyat manakala institusi yang begitu dipercayai dan diyakini sebagai penuntun umat, pembenah moral anak-anak bangsa, pemberi contoh akhlak yang baik bagi tunas-tunas bangsa, justru tumbuh menjadi lembaga yang buruk rupa. Lembaga yang di dalamnya berisikan (sebagiannya) oleh para pejabat korup, yang bermental “maling” itu.

Jual-beli jabatan
Publik, apalagi umat Islam, tak bisa membayangkan, sebuah institusi berlabel keagamaan yang didirikan sebenarnya untuk menjalankan misi mulia di bidang keagamaan, justru dipenuhi praktik jual-beli jabatan eselonering, bisnis catering, tempat “mengolah” data antrean haji, meraih kekayaan dengan jalan yang salah, dan dijadikan ajang permainan yang melenakan mereka.

Jabatan yang ditempatkan oleh para pejabat bukan lewat seleksi, tapi diatur suka-suka dengan indikator bukan pada nilai skor kompetensi, tapi nilai “setor” tanpa kuitansi. Seorang rekan yang bergelar profesor sampai menghela nafas panjang ketika bercerita soal kementerian yang satu ini. Tak habis pikir, dan rasanya hampir setengah gila.

Kasus korupsi yang kerap terjadi di Kementerian Agama tentu memprihatinkan semua pihak. Umat Muslim yang menghuni sebagian besar wilayah Republik ini adalah yang paling tergores dan terluka hatinya. Wajar saja jika umat bersedih atas kenyataan ini.

Umat kian sadar tentang perilaku pejabat kita. Berbaju jas rapi, berpidato berapi-api, itu semua belum menjamin mereka bersih dari perbuatan tercela. Yang tampak, seakan mereka selalu bersama rakyat, membela rakyat, dan serius menuntun umat ke jalan yang benar. Tapi, nyatanya mereka masih asyik sibuk membangun jalan menuju ke neraka, bukan ke surga yang diimpikan umat.

Sayangnya, rakyat yang tak berdosa tak pernah tahu tentang perilaku para pejabat. Dikala rakyat sedang menanti harapan adanya perbaikan kesejahteraan, justru di balik sana para pejabat sedang berleha-leha di atas derita rakyat. Sungguh memilukan dan memalukan.

* Rustam Effendi, Lektor Kepala pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan pengamat ekonomi Aceh. Email: rust.effendi1962@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved