Penyedia Jasa Boga di Aceh Disosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal

“Kalau makan yang halal itu wajib, maka memproduksinya wajib halal juga. Perintah makan halal itu sama seperti perintah shalat, wajib,”

Penyedia Jasa Boga di Aceh Disosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal
FOR SERAMBINEWS.COM
Suasana sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di Aula Serbaguna Tgk H Abdullah Ujong Rimba, Kompleks MPU Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sedikitnya 30 peserta yang terdiri atas pelaku usaha, rekanan, dan penyedia jasa boga dari 15 SKPA di Aceh mengikuti sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Kegiatan yang digelar Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh itu berlangsung di Aula Serbaguna Tgk H Abdullah Ujong Rimba, Kompleks MPU Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Kamis (21/3/2019).

Sosialisasi itu dibuka Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Hasbi Albayuni.

Baca: Masih Ada Caleg belum Serahkan SK Berhenti Kerja, KIP Aceh: Harus Dipercepat Prosesnya

Hadir sebagai pemateri, Kepala Bagian Perundang-Undangan Biro Hukum Setda Aceh, M Junaidi SH MH yang menjelaskan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal.

Selain itu Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr Syukri tentang Kebijakan Pemerintah Aceh Dalam Percepatan Sertifikasi Halal, Deni Candra ST MT tentang Mekanisme Proses Sertifikasi Halal di LPPOM MPU Aceh, dan tim LPPOM MPU terkait pengisian formulir permohonan sertifikasi halal.

Sekretaris LPPOM MPU Aceh, Deni Candra ST MT mengatakan, ada dua alasan kuat mengapa produk makanan, obat, dan kosmetik harus bersertifikat halal.

Baca: 8 Anggota Polres Aceh Timur Jalani Sidang Dakwaan Penggelapan 4 Kg Sabu, Begini Kronologinya

Pertama, produk halal merupakan perintah agama Islam dalam Alquran.

“Kalau makan yang halal itu wajib, maka memproduksinya wajib halal juga. Perintah makan halal itu sama seperti perintah shalat, wajib,” ujarnya.

Kedua, sambung Deni, produk makanan, obat, dan kosmetik yang halal bisa dikonsumsi/digunakan oleh semua golongan, ras, maupun agama.

“Jadi area marketnya tinggi sekali. Bayangkan makanan halal bisa dimakan oleh semua orang. Sedangkan makanan haram hanya bisa dimakan oleh nonmuslim saja,” jelas Deni.

Baca: Dihantam Badai Tropis Idai, Ratusan Ribu Orang di Mozambik dan Zimbabwe Menunggu Diselamatkan

Dia menegaskan, produk tersebut harus memenuhi enam kriteria halal meliputi bahan baku, proses, fasilitas, karyawan, pengemasan, dan penyimpanan.

Pihaknya juga berharap kerja sama lintas instansi untuk mendukung sertifikasi produk halal, salah satunya dengan sistem perizinan makanan ke depan harus memiliki sertifikat halal.

“Untuk obat-obatan dan kosmetika, kami bekerja sama dengan BBPOM. Artinya kami tidak akan mengeluarkan sertifikat halal untuk obat sebelum mereka mendapat izin dari BBPOM,” demikian Deni Candra.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved