Politik Praktis jangan di Masjid

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau para penceramah, khatib Jumat, teungku-teungku

Politik Praktis jangan di Masjid
MUSLIM IBRAHIM,Ketua MPU Aceh 

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau para penceramah, khatib Jumat, teungku-teungku di Aceh agar tidak membicarakan persoalan politik praktis di dalam masjid. Selain itu, isu yang belum tentu kebenarannya juga tidak disampaikan dalam setiap majelis-majelis di dalam masjid.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim dalam wawancara khusus dengan Serambi, Rabu (20/3) di Banda Aceh. Imbauan tersebut terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal sekitar tiga pekan lagi.

Menurut Tgk Muslim, jelang Pemilu 2019, pihaknya menerima laporan adanya penceramah atau khatib yang bernarasi politik dalam penyampaian khutbah ataupun dalam majelis-majelis lain yang digelar di dalam masjid.

“Ya ada juga informasi-informasi demikian, tapi tidak terlalu terarah, misalnya kita menerima informasi di masjid pulan. Ya kita tidak tahu juga, mungkin kadang-kadang ada pengaruh lain,” kata Tgk Muslim.

Tgk Muslim mengatakan, sebenarnya di Aceh, mayoritas penduduknya tahu bahwa masjid bukanlah tempat untuk membicarakan persoalan kepentingan politik, apalagi dalam momentum jelang Pemilu 2019. Menurutnya, sudah turun-temurun, masyarakat Aceh mendapati ilmu terkait hal itu.

“Di Aceh tak perlu diimbau, karena orang Aceh kuat berpegang dalam kitab-kitab kuning. Dalam kitab kuning (disebutkan) masalah politik praktis tidak boleh dibahas di dalam masjid apalagi dalam khutbah jumat, di balai-balai boleh lah, tapi kalau di masjid itu ada pantang sendiri,” kata Tgk Muslim Ibrahim.

Menurutnya, seorang muslim harus sangat menjaga adab-adabnya saat memasuki masjid, seperti dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahyatul masjid, bicara yang terhormat, dan berdiam diri atau i’tikaf. “Adab-adab itu harus kita jaga, bahkan kalau kita memasukkan pedang saja tidak boleh kita menghunuskannya,” kata Prof Muslim.

Oleh sebab itu, MPU meminta semua pihak, terutama para penceramah agar memperhatikan hal ini. Kepada masyarakat diingatkan agar benar-benar menjadikan masjid sebagai tempat ibadah, tempat belajar ilmu pengetahuan, dan tempat untuk silaturahmi sesama masyarakat.

“Boleh kita sebut ini imbauan, tapi lebih kuat lagi kita sebut merenungkan sendiri tentang syarat-syarat di dalam masjid, tentang jumatan. Karena umumnya kita orang Aceh ini, tidak mesti ulama, siapa saja sudah tahu kekeramatan masjid, sudah tahu itu, renungkanlah itu,” katanya.

Selanjutnya, MPU mengimbau kepada masyarakat Aceh agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 untuk menentukan pemimpin di semua tingkatan untuk lima tahun ke depan. Menurut Prof Muslim, memilih pemimpin juga salah satu anjuran dalam agam Islam.

“Memilih pemimpin itu dianjurkan agama kita, bahkan kalau kita berjalan bertiga, dikatakan pilihlah salah seorang untuk jadi pemimpin kita, apalagi negara sebesar ini, itu anjuran agama. Anjuran ini harus kita laksanakan dengan baik,” katanya.

Prof Muslim menganjurkan agar masyarakat Aceh melaksanakan shalat istikharah sebelum memilih pada 17 April mendatang. Tujuannya untuk meminta petunjuk kepada Allah Swt sebelum mencoblos calon pemimpin bangsa ini. “Siapa yang dipilih, hendaknya kita bertanya pada diri sendiri, kalau perlu malamnya shalat istikharah untuk calon presiden, anggota dewan, dan lainnya,” sebut Prof Muslim.

MPU juga meminta kepada masyarakat, konstituen Pemilu 2019, terutama para pendukung masing-masing calon, agar tidak saling mengejek, tidak mengolok-olok hanya karena perbedaan pilihan. Semuanya diminta untuk bersikap bijak dan tidak menjelekkan calon lain yang menjadi saingan calon yang didukung.

“Jangan saling ejek, jangan kata si itu kurang si ini kurang, nggak usah, biarkan saja. Jangan begitu, biasa karena mengejek itulah ribut. Pemilihannya satu hari, tapi sampai satu tahun bisa bertengkar gara-gara mengejek,” demikian Ketua MPU Aceh. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved