Abrasi Pantai Ulim Semakin Luas

Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi meninjau lokasi pantai Ulim, Pidie Jaya yang telah mengalami diterjang abrasi pantai

Abrasi Pantai Ulim Semakin Luas
SERAMBI/ABDULLAH GANI
WAKIL Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda (dua dari kanan), Jumat (22/3) siang mengamati kondisi pantai Gampong Geulanggang Kecamatan Ulim yang kini semakin kritis.SERAMBI/ABDULLAH GANI 

MEUREUDU - Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi meninjau lokasi pantai Ulim, Pidie Jaya yang telah mengalami diterjang abrasi pantai, seperti kawasan Gampong Tijien Daboh, Tijien Usen dan Geulanggang. Akibat abrasi, belasan hektare kebun termasuk tambak telah berubah menjadi laut lepas.

Sulaiman Abda mengaku prihatin melihat kondisi pantai Geulanggang dan sekitarnya yang kini semakin berkurang. Dia berharap persoalan itu segera dilaporkan kepada Plt Gubernur Aceh dan tembusannnya disampaikan kepada dinas terkait serta Pemkab Pijay.

“Tolong secepat mungkin surati atau laporkan persoalan ini kepada Plt Gubernur Aceh,” pinta Sulaiman Abda. Kedatangan Wakil Ketua DPRA itu seusai seorang warga melaporkan kondisi pantai Geulanggang kepada Sulaiman Abda.

Sejumlah warga Geulanggang dan gampong sekitarnya mengatakan persoalan abrasi pantai sudah berlangsung lebih lima tahun dan membuat masyarakat was-was terutama pada musim-musim tertentu.

M Gade, mantan Keuchik Geulanggang mengatakan keberadaan bibir pantai semakin dekat dengan pemukiman, padahal, sekitar tiga tahun lalu sekitar 150 meter dari pantai. Hal serupa juga dilontarkan Abu Hamid Husen, Panglima Laot Pidie Jaya.

Hamid berharap Pemprov Aceh harus segera mengambil langkah serius menangani persoalan abrasi pantai ini dan jika tidak, maka dalam beberapa tahun de depan, beberapa gampong pesisir Ulim semakin menciut dan penduduk harus mncari lokasi lain.

Dikatakan, hempasan ombak laut semakin ganas, menyusul tidak adanya pengaman pantai, padahal gampong pesisir pantai belahan barat di Kecamatan Meurahdua sudah lama dipasang batu pemecah ombak. “Kami juga berharap, sekitar satu kilometer lagi butuh batu pemecah ombak,” kata Hamid.

M Gade mengatakan jika tidak mendapat perhatian pemerintah dengan memasang batu pemecah ombak, maka bisa jadi sekitar tiga atau lima tahun mendatang pemukiman warga sudah menjadi lautan. “Coba bapak lihat itu kebun rakyat habis terkuras abrasi,” kata M Gade Mantan Keuchik Geulanggang kepada Sulaiman Abda.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved