Dana Gampong Macet, Pembayaran Upah Aparatur Desa di Pidie Tertunda

Seperti upah keuchik, imum mukim, tuha peut, imum meunasah telah tiga bulan belum bisa dibayar.

Dana Gampong Macet, Pembayaran Upah Aparatur Desa di Pidie Tertunda
Acehselatan.com
Ilustrasi 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM,SIGLI- Macetnya pencairan dana gampong tahap pertama, menyebabkan pembayaran upah aparatur gampong tertunda.

Seperti upah keuchik, imum mukim, tuha peut, imum meunasah telah tiga bulan belum bisa dibayar.

Tak hanya itu, dana bantuan anak yatim dan fakir miskin juga macet penyalurannya.

Untuk diketahui dana indikatif gampong tahun 2019 Rp 612.780. 329.046.

Rinciannya, dana desa bersumber dari APBN Rp 525.951.016.000, dana gampong bersumber APBK Rp 84.382.814.576, pajak daerah Rp 1.818.405.930 dan restribusi daerah Rp 628.092.540.

Baca: Polisi Selidiki Aksi Pria Bawa Kabur Siswi SMA Paya Bakong ke Rumahnya

Baca: Dipamerkan di STEAMS Expo 2019, Robot Lego Mindstorm Nxt 2.0 Ini Mampu Intai Objek Gunakan Sensor

Baca: Soal Pilpres, Wali Kota Subulussalam: Memilih Jangan karena Paras Muka

"Dana gampong 20 persen tahap pertama belum cair karena gampong belum selesai membuat rencana anggaran belanja (RAB). Sebagian gampong membuat RAB pada pihak ketiga dan ada juga dibuat sendiri," kata Kepala
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (PMG) Pidie, Jufrizal, kepada Serambinews.com, Sabtu (23/3/2019).

Sebenarnya, sebut Jufrizal, untuk pencairan dana gampong 20 persen, persyaratannya hanya pada qanun APBG 2019.

Tapi, saat ini banyak gampong yang belum selesai membuat APBG.

Dikatakan, saat ini sebagian gampong hampir rampung membuat APBG, tapi hanya beberapa persyaratan yang belum lengkap.

"Akhir Maret ini, dana gampong tahap pertama sudah bisa cair," sebutnya.

Ia menambahkan, untuk mempercepat pencairan dana gampong, Dinas PMG Pidie juga telah melakukan rapat dengan camat dan melibatkan petugas pendamping desa di kantor camat. Rapat tersebut membahas tentang penyusunan APBG.

"Secara lisan kita juga menghubungi keuchik, agar gampong yang telah siap APBG segera menyerahkan kepada bupati dan Dinas PMG Pidie," pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved