Petugas Tangkap 11 Gelandangan Muda

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh melalui ‘Tim Kalong’,

Petugas Tangkap 11 Gelandangan Muda
KASATPOL PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP berbicara dengan gelandangan di Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh, Rabu (27/7). 

BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh melalui ‘Tim Kalong’, menangkap 11 gelandangan yang masih berusia muda. Empat orang diamankan dari taman depan SPBU Ulee Lheue dan sisanya di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Kamis (21/3) malam. Mereka selanjutnya dibina oleh Dinas Sosial Kota di Rumah Singgah Lamjabat.

Informasi itu disampaikan Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambi, Jumat (22/3). Dari 11 orang yang ditangkap dan dibina itu, katanya, satu orang merupakan gadis belasan tahun. “Penangkapan 11 gelandangan ini berdasarkan pantauan dan laporan masyarakat. Mereka masih sangat muda, tapi kerjanya keluyuran dan meminta-minta,” ujarnya.

Menurut Hidayat, penampilan sebelas gelandangan muda itu mirip ‘punk’. Selain berpakaian acak-acakan, beberapa anak muda tersebut memiliki tato di tubuhnya. “Perilaku mereka dengan penampilan sangar begitu cukup meresahkan warga. Kita ini negeri syariat, tidak boleh ada model seperti itu apalagi meminta-minta,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Kasatpol PP, ada indikasi sejumlah gelandangan sempat meneguk tuak sebelum ditangkap. Hal itu terdeteksi dari temuan botol tuak di TKP serta hasil interogasi petugas terhadap gelandangan tersebut. “Kami mengamankan barang buktinya (botol tuak). Biasanya kalau sudah dapat duit, mereka beli tuak untuk merayakannya,” imbuh Hidayat, seraya menyebut petugas akan menelusuri tempat penjualan minuman haram itu.

Adapun pembinaan terhadap tuna sosial itu dilakukan Dinsos Banda Aceh bekerja sama dengan Rindam Iskandar Muda dan Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh. Namun Kasatpol PP berharap pembinaan terhadap gelandangan ke depan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mereka tidak kembali lagi meminta-minta ke jalanan.

“Bisa jadi pembinaan selama ini tidak begitu efektif, sehingga kita kembali menangkap orang yang sama. Mereka ini masih sangat muda, usia produktif, seharusnya bisa fokus pada pendidikan dan keterampilan supaya mandiri,” harapnya. Untuk itu, kata Hidayat, perlu dukungan semua pihak baik pemerintah maupun swasta agar pembinaan gepeng ke depan lebih baik.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved