Unsyiah Luluskan Empat Spesialis Obgin pada Uji Kompetensi Nasional 2019

“Obgin Unsyiah dengan 4 peserta yang ikut, alhamdulillah lulus semuanya. Kita bersyukur telah mempunyai 8 alumni Obgin hingga saat ini,”

Unsyiah Luluskan Empat Spesialis Obgin pada Uji Kompetensi Nasional 2019
FOR SERAMBINEWS.COM
Empat spesialis obgin Unsyiah foto bersama tim penguji yang juga pengurus kolegium obgin di Jakarta seusai kelulusan uji kompetensi nasional itu, Sabtu (23/3/2019) 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali meluluskan empat spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin) pada Uji Kompetensi Nasional 2019 yang diselenggarakan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Sabtu (23/3/2019) di Jakarta.

Mereka adalah dokter spesialis obgin baru, yakni dr Iman Zahari SpOG, dr Luthfi SpOG, dr Dian Paramita SpOG, dan Dr Aditya SpOG.

Hal itu diungkapkan Kepala Departemen Obgin Unsyiah, Prof Dr dr Mohd Andalas SpOG kepada Serambinews.com, Sabtu (23/3/2019).

Baca: Warga Aceh Sampaikan Empati dan Solidaritas Lewat Doa dan Zikir untuk Korban Teroris di New Zealand

Disebutkan, dari 83 peserta se-Indonesia yang ikut uji kompetensi, 5 di antaranya dinyatakan tak lulus.

“Obgin Unsyiah dengan 4 peserta yang ikut, alhamdulillah lulus semuanya. Kita bersyukur telah mempunyai 8 alumni Obgin hingga saat ini,” kata Andalas.

Guru besar Unsyiah ini berharap kepada para peserta yang lulus agar tetap mengabdi di Aceh, sehingga dapat mengisi kekosongan dokter ahli di kota dan kabupaten pesisir, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Selain itu, tambah Andalas, Obgin Unsyiah terus berupaya menjaga kualitas mutu sehingga tetap dapat meluluskan dokter yang terstandar nasional bahkan internasional.

Baca: Harga Pangan di Aceh dan 81 Kota di Indonesia Bisa Dicek Melalui Aplikasi Ini

Menurutnya, uji kompetensi nasional itu sangat penting, karena merupakan syarat untuk menyandang ‘SpOG’ serta memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) obgin. 

“Dalam uji kompetensi ini, mereka harus bisa menjawab soal dari tim bersama. Kalau tak lulus, tak bisa diberikan STR untuk praktik,” jelas Andalas, yang termasuk dalam tim penguji nasional dari Aceh, selain Dr dr Hasanudin dan Dr dr Cut Meurah Yeni.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved