Tragedi New Zealand dan Cerita Relawan Mandikan Jenazah

SELAMA tiga hari tiga malam, para relawan dengan telaten mempersiapkan jenazah korban penembakan di masjid Christchurch

Tragedi New Zealand dan Cerita Relawan Mandikan Jenazah
AFP/ANTHONY WALLACE
SEORANG ibu bersama putrinya memberi penghormatan terakhir kepada para korban serangan bersenjata di pekarangan Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3). 

SELAMA tiga hari tiga malam, para relawan dengan telaten mempersiapkan jenazah korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, untuk dimakamkan.

Sepekan setelah penembakan yang menewaskan 50 jemaah Masjid Al Noor dan Linwood itu, sebuah tim dibentuk khusus untuk melaksanakan pemakaman secara Islam.

Salah satu yang bertugas kepada AFP Jumat (22/3) menggambarkan suasana mengharukan yang ada di sebuah rumah duka tatkala proses persiapan dilaksanakan.

Mo, yang tak ingin diketahui nama lengkapnya, mengatakan dia sengaja datang dari Brisbane, Australia, dan menjadi relawan proses memandikan jenazah korban.

Dia mengatakan tim yang bekerja tak kenal lelah itu terdiri atas 10 relawan dan tiga dokter di mana mereka juga mendapat bantuan dari keluarga korban.

Idealnya dalam Islam seperti diulas Mo, jenazah harus dikubur setidaknya paling lambat 24 jam setelah meninggal, dengan bahan pengawet dilarang digunakan.

Namun karena skala penembakan, investigasi yang mengikuti, dan proses identifikasi membuat jenazah baru diserahkan kepada keluarga 4-5 hari setelah kejadian.

Fakta itu membuat tim untuk mempersiapkan ritual pemakaman secepat mungkin. Untungnya, ada relawan yang berpengalaman dalam prosesi pemakaman.

Prosesnya sama saja menurut Mo. 47 jenazah pria dipersiapkan oleh relawan pria. Sementara sisanya yang merupakan jenazah perempuan dipersiapkan relawan putri.

Tugas pertama yang menurut Mo menyeramkan adalah menangani luka tembakan. “Para dokter membuat pekerjaan luar biasa dengan membuat jenazah itu lebih elok dipandang,” katanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved