Selasa, 5 Mei 2026

Pemkab Aceh Tengah Gelar Musrenbang Tingkat Kabupaten

“Musrenbang ini, merupakan penajaman dari musrenbang tingkat kecamatan yang sudah lebih dulu dilaksanakan,”

Tayang:
Penulis: Mahyadi | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM/Humas Pemkab Aceh Tengah
Kolase foto Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar ketika membuka Musrenbang Kecamatan tahun 2019. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pemkab Aceh Tengah menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020.

Kegiatan Musrenbang berlangsung di Oproom Setdakab Aceh Tengah, Senin (25/3/2019) yang dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus.

Kepada Bappeda Aceh Tengah, Amir Hamzah menyebutkan, Musrenbang dilakukan untuk mendapatkan informasi dalam penyusunan RKPD 2020 dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca: Sangat Memprihatikan, Petani di Peunaron Minta Pemkab Bangun Jalan Produksi Pertanian

“Musrenbang kabupaten dapat menjadi media untuk menguatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan rancangan APBK Aceh Tengah 2020,” kata Amir Hamzah kepada Serambinews.com, Senin (25/3/2019) 

Disebutkan, musrenbang kabupaten, diikuti 250 lebih peserta yang terdiri dari utusan Pemerintah Aceh, perwakilan para pemangku kepentingan, perangkat daerah serta internal Bappeda Aceh Tengah.

“Musrenbang ini, merupakan penajaman dari musrenbang tingkat kecamatan yang sudah lebih dulu dilaksanakan,” sebutnya.

Kegiatan Musrenbang tingkat Kabupaten Aceh Tengah, juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh, Azhari.

Dia mengharapkan, agar Musrenbang Kabupaten Aceh Tengah, sejalan dengan prioritas pembangunan Aceh 2020.

Baca: 160 ASN Pemkab Aceh Tengah Naik Pangkat, Ini Pesan Wakil Bupati

“Ada beberapa prioritas yang harus dilakukan dalam pembangunan Aceh ke depan,” kata Azhari.

Prioritas dimaksud, lanjut Azhari, meliputi hilirisasi komoditas dan peningkatan daya saing produk/ jasa unggulan, pembangunan infrastruktur terintegrasi, peningkatan kualitas lingkungan dan penurunan resiko bencana.

“Selanjutnya, terkait pembangunan sumberdaya manusia, reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian, serta terakhir adalah penguatan penerapan dinul Islam dan budaya Aceh,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved