Bangunan Asrama Haji Terbengkalai

Satu unit bangunan asrama haji Aceh terbengkalai dalam kondisi belum rampung

Bangunan Asrama Haji Terbengkalai
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
Kondisi gedung Asrama Haji Aceh yang terbengkalai karena belum rampung dikerjakan. Foto direkam, Minggu (24/3). 

* Sudah Habiskan Anggaran Rp 10 M

BANDA ACEH - Satu unit bangunan asrama haji Aceh terbengkalai dalam kondisi belum rampung. Terhentinya pembangunan gedung yang sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar itu karena bermasalah.

Amatan Serambi kemarin, bangunan yang memiliki tiga lantai itu berada di depan masjid asrama haji, bersisian dengan gedung asrama lainnya. Kondisi bangunan itu masih berdinding bata tanpa plaster, serta tidak memiliki pintu dan jendela.

Informasi yang dihimpun Serambi, gedung asrama haji itu dibangun pada 2013 lalu oleh Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI. Anggarannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 10 miliar. Namun saat realisasi proyek baru 60 persen, pembangunannya terhenti.

Pembangunan gedung dilakukan pada tahap pertama pengucuran dana SBSN untuk infrastruktur. Saat itu dana diperuntukkan pada pembangunan lima Asrama Haji Embarkasi Se-Indonesia, salah satunya pembangunan Asrama Haji Aceh. Namun pembangunan di Aceh mengalami masalah dengan hukum, sehingga terhenti hingga saat ini.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, Samhudi yang dikonfirmasi Serambi, mengakui bahwa gedung itu sudah lama mangkrak. Dia tidak menapik kalau terhentinya pembangunan gedung itu karena adanya dugaan pengerjaannya tidak sesuai kontrak.

Padahal, katanya, gedung asrama haji tersebut sangat dibutuhkan untuk menampung jamaah dan petugas haji yang jumlah ribuan orang. Pasalnya, fasilitas yang ada saat ini belum bisa menampung semua jamaah dan petugas. “Sangat dibutuhkan gedung itu untuk penempatan jamaah serta panitia juga seperti tim keamanan, kesehatan, Imigrasi dan lainnya. Selama ini panitia haji kekurangan tempat, gedung yang sedang dibangun ini pun mangkrak.” kata Samhudi.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, Samhudi mengatakan, mangkraknya pembangunan gedung tersebut dapat menghambat kelancaran proses pemberangkatan jamaah haji. Karena apabila ada satu kloter haji yang mengalami keterlambatan atau penundaan berangkat, maka kloter berikutnya tidak bisa masuk asrama, karena daya tampung yang tidak cukup.

Mengenai gedung itu, lanjut Samhudi, tim inspektorat dan Pansus DPR RI juga sudah pernah meninjaunya. Kemudian, Kemenag Aceh direkomendasikan untuk menyurati pihak Dinas Pekerjaan Umum, guna menghitung ulang bangunan.

“Dugaannya, bangunan yang dikerjakan tersebut bisa jadi tidak sesuai dengan kontrak yang telah ditentukan. Soal bagian mana yang tidak memenuhi itu kami tidak mengerti. PU yang bisa memutuskan ini bisa dilanjutkan atau tidak,” pungkas Samhudi.

Bahkan tahun lalu, Komisi VIII DPR RI telah meninjau langsung bangunan terbengakalai itu. Bahkan masalah itu sudah dibahas dalam pada Rapat Panja Komisi VIII DPR RI terkait mekanisme perencanaan dan penggunaan dana yang bersumber dari SBSN.

Saat itu Komisi VIII DPR RI merekomendasikan agar bangunan itu segera diselesaikan, meskipun harus ada pihak yang bertanggungjawab secara hukum. Karena bangunan untuk kepentingan masyarakat Aceh.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved