Darwati Fasilitasi Irwandi Live Streaming

IRWANDI Yusuf, menjelang pelaksanaan sidang pembacaan tuntutan kemarin sempat melakukan live streaming

Darwati Fasilitasi Irwandi Live Streaming
SERAMBINEWS.COM/IST
Irwandi saat melakukan siaran langsung di facebook. 

IRWANDI Yusuf, menjelang pelaksanaan sidang pembacaan tuntutan kemarin sempat melakukan live streaming melalui akun facebook istrinya, Darwati A Gani, di Pengadilan Tipikor Jakarta. Siaran langsung melalui facebok itu ditonton oleh ratusan orang dan dikomentari oleh sejumlah akun facebook lainnya.

„Assalamualaikum, saya saat ini sedang bersama Pak Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sekarang Pak Irwandi ingin menyampaikan sesuatu,“ demikian kata Darwati saat memulai live streaming -nya.

Irwandi pun langsung tampak di sebelah kiri Darwati. Irwandi yang mengenakan kemeja berwarna dongker langsung menyapa. „Hallo, assalamualaikum,“ sapa Irwandi Yusuf.

Dia mengatakan, kemarin adalah agenda sidang ke-19 yang dia ikuti selama dijerat dalam kasus dugaan suap DOKA 2019 dan kasus gratifikasi di BPKS Sabang. Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, Irwandi tetap menyebutkan bahwa dirinya tidak bersalah seperti disangkakan. Apalagi selama ini tidak ada keterangan dari saksi yang menyebutkan dirinya melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

„Hari ini jaksa menuntut hukuman kepada saya. Saudara-saudara di Aceh kalau selama ini ada lihat sidang saya, semua saksi yang dipanggil jaksa dan yang kami hadirkan tidak ada yang memberi keterangan bahwa saya bersalah melakukan korupsi,“ kata Irwandi.

Pendiri Partai Nasional Aceh—kini bernama Partai Nanggroe Aceh (PNA)—ini juga mengungkap sesuatu terkait kasus suap yang dituduhkan kepadanya tersebut. „Jadi, semua orang sudah tahu, baik di Jakarta maupun di Aceh, bahwa kasus ini bukan kasus korupsi. Kasus ini kasus politik, ada orang yang tidak suka terhadap saya jadi gubernur Aceh, ada orang yang mencegah saya, agar tidak jadi tokoh Aceh. Tapi bukan kita orang Aceh, bukan sesama kita Aceh, jangan curigai yang nggak perlu,“ tambahnya.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA), Miswar Fuady yang ditanyai pendapatnya soal agenda tuntutan KPK terhadap Irwandi Yusuf kemarin mengatakan, PNA berharap bahwa tuntutan Jaksa KPK harus berdasarkan fakta-fakta hukum dan kebenaran materiel yang terungkap dalam persidangan.

„Baik keterangan saksi-saksi maupun bukti-bukti yang diajukan,“ kata Miswar kepada Serambi, Senin (25/3). Lantas bagaimana jika Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf dituntut dengan tuntutan yang memberatkan? „Jaksa KPK kita harap jangan terlalu memaksakan diri mencari pembuktian berdasarkan asumsi-asumsi yang dibuat-buat yang akan dijadikan landasan pembuatan tuntutan,“ tegasnya.

Kalau itu yang dilakukan Jaksa KPK, kata Miswar Fuady, PNA curiga persidangan Irwandi hanya mencari pembenaran untuk target penghukuman. „Harus diingat, hukum itu menjadi panglima, maka sejatinya penegak hukum harus mencerminkan itu,“ tandasnya.

Pascapembacaan putusan oleh jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta dan mengetahui bahwa Irwandi dituntut 10 tahun penjara, Miswar Fuadi pun menulis di dinding Facebook-nya.

Dia mengatakan, jaksa KPK egois dan memakai kacamata kuda dalam menyusun tuntutan.

„Tuntutan Jaksa KPK sudah kita prediksi sebelumnya. Jaksa memakai kacamata kuda dalam menyusun tuntutan, terlalu egois, dan memaksakan diri dengan mengabaikan fakta-fakta persidangan dari para saksi yang mereka hadirkan sendiri,“ tulis Miswar.

Menurut Miswar, keegoisan Jaksa KPK yang diungkapkan lewat tuntutan tersebut, menunjukkan betapa mereka bertindak semata-mata mengejar pentingnya pencapaian target, yaitu menyalahkan Irwandi. „Sehingga pembuktian yang disusun berdasarkan asumsi-asumsi yang dibuat-buat. Namun demikian, kita berharap kepada Allah Swt semoga hakim dapat berlaku adil,“ harap Miswar Fuady. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved