Terkait Fatwa MUI Soal Golput Haram, Ma'ruf Amin Sebut sudah Ada Sejak Tahun 2014

Kiai Ma'ruf mengatakan, adapun keuntungan ini untuk negara bangsa sendiri. Agar sistem pemerintahan semakin kuat.

Terkait Fatwa MUI Soal Golput Haram, Ma'ruf Amin Sebut sudah Ada Sejak Tahun 2014
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

SERAMBINEWS.COM -- Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma'ruf Amin menegaskan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal golput haram sudah dikeluarkan sejak 2014.

Kiai Ma'ruf, yang merupakan Ketua MUI menerangkan soal fatwa MUI terkait golput itu haram. Kiai Ma'ruf berujar, fatwa itu sudah dikeluarkan sejak lama, dari hasil ijtima ulama. Yang berlaku juga pada pemilihan presiden 2014.

Baca: Menag Lukman Hakim Buka Suara Terkait Isu Mahar Miliaran untuk Jadi Rektor: Bagi Saya Itu Positif

"Supaya jangan membuang suara. Fatwa itu dimunculkan lagi karena ada isu kelompok tertentu mencoba mempengaruhi (untuk tak hadir ke TPS)," ujar Kiai Ma'ruf di Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

Kiai Ma'ruf menerangkan, fatwa golput haram diputuskan bukan karena Pilpres 2019. Sebab, sudah melalui kesepakatan di komisi fatwa MUI.

"Sudah diluncurkan di forum namanya Itjima Ulama, yang dihadiri oleh seluruh komisi fatwa se-Indonesia," imbuh Kiai Ma'ruf.

Fatwa golput haram lahir karena ingin semua orang bisa ikut bertanggung jawab di Pilpres. Jangan karena rasa marah, kemudian tak memilih.

Baca: Keuchik dan Imum Mukim di Aceh Utara Ikut Forum Silaturahmi Kamtibmas

"Supaya bangsa ini jangan kemudian-kemudian ada kemarahan, kejengkelan, ketidakpercayaan, kemudian tidak memberikan partisipasinya dalam membangun bangsa ini," kata Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf mengatakan, adapun keuntungan ini untuk negara bangsa sendiri. Agar sistem pemerintahan semakin kuat.

Baca: Rumah Besar Prabowo Sandi di Subulussalam Diresmikan


"Tentu keuntungan untuk negara bangsa. Artinya ketika golput itu semakin sedikit itu, kepercayaan kepada sistem pemerintahan kita ada," tutur Kiai Ma'ruf.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Fatwa MUI Golput Haram, Maruf Amin Sebut sudah Ada Sejak Tahun 2014
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Fajar Anjungroso

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved