Ruang Adnan Ganto Multimedia Center Unsyiah Diresmikan

Sebuah ruang berukuran 6x20 meter yang terdapat di bagian barat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan

Ruang Adnan Ganto Multimedia Center Unsyiah Diresmikan
SERAMBI/YARMEN DINAMIKA
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Dr Adnan Ganto dan Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal menandatangani prasasti peresmian Ruang Adnan Ganto Multimedia Center di lantai satu UPT Perpustakaan Unsyiah, Selasa (26/3) sore.

BANDA ACEH - Sebuah ruang berukuran 6x20 meter yang terdapat di bagian barat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Selasa (26/3) siang diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT sebagai Ruang Multimedia Center Unsyiah.

Ruang mentereng bergaya teater itu diberi nama “Ruang Adnan Ganto Multimedia Center Unsyiah” karena seluruh biaya untuk merenovasi aula tersebut menjadi ruang multimedia center disumbang oleh seorang filantrop (dermawan) asal Aceh yang merupakan bankir kelas dunia, yakni Dr H Adnan Ganto MBA. Adnan hanya berharap, ruang multimedia itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang optimalisasi aktivitas akademik di Unsyiah.

Peresmian ruang multimedia itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Plt Gubernur Aceh disusul Dr Adnan Ganto dan Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng, disaksikan oleh sekitar 50 orang undangan. Terdiri atas para wakil rektor, para dekan, Dharma Wanita, pegawai UPT Perpustakaan Unsyiah, serta Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman MH.

Rektor Unsyiah menyatakan terima kasih setinggi-tingginya atas keikhlasan Adnan Ganto membiayai modifikasi aula perpustakaan tersebut menjadi ruang multimedia center. “Bukan hanya menjadi ruang multimedia center, ruang mewah ini juga akan kita manfaatkan sebagai ruang learning center, seminar, dan teleconference,” kata Rektor Unsyiah.

Prof Samsul menambahkan bahwa Unsyiah terus bergiat menjadi universitas unggul. Apalagi kampus itu kini memiliki 600 doktor dan hampir setiap bulan ada yang menjadi guru besar. Terbanyak dari Fakultas Teknik, disusul Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsyiah. “Tahun 2019 ini saja yang baru sampai bulan Maret, sudah enam orang yang dapat guru besar. Tinggal kita kukuhkan saja. Target kita pada 2022 Unsyiah harus masuk lima besar nasional,” kata Samsul Rizal.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengatakan, hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah tidak boleh ada pasang surut. Harus pasang terus. “Ke depan jangan ada lagi friksi antara Unsyiah dengan pemerintah provinsi. Demikian pula antara UIN Ar-Raniry dan PTN lainnya di Aceh dengan pemerintah. Insyaallah, kita akan baik-baik saja,” kata Nova.

Ia ingatkan, untuk mengatasi ketertinggalan harus ada inovasi. Dibangunnya gedung multimedia center itu disebut Nova sebagai salah satu bentuk inovasi karena berhasil dibangun tanpa harus menunggu dana dari pemerintah. “Alhamdulillah, donasi Bang Adnan Ganto telah menghasilkan sebuah ruang multimedia yang nantinya bisa juga kita fungsikan sebagai audiovisual chamber (bilik dengan peralatan pandang dengar -red),” kata Nova yang sebelumnya dosen di Fakultas Teknik Unsyiah.

“Saya menyesal meninggalkan kampus. Kalau tidak meninggalkan kampus mungkin saya sudah jadi profesor. Tapi kalau saya tidak tinggalkan kampus mungkin saya tidak jadi gubernur,” kata Nova Iriansyah dalam nada bercanda menanggapi pernyataan Rektor Unsyiah bahwa calon guru besar paling banyak saat ini berasal dari Fakultas Teknik, tempat Nova dulunya mengajar sebelum terjun ke dunia politik.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved