Tersangka Akui Perbuatannya

Rat (34), istri seorang sopir truk, warga Dusun Awe, Desa Mon Jambee, Kecamatan Jeumpa, Bireuen akhirnya

Tersangka Akui Perbuatannya
IST
GUGUN HARDI GUNAWAN

* Kasus Curas di Bireuen

BIREUEN – Rat (34), istri seorang sopir truk, warga Dusun Awe, Desa Mon Jambee, Kecamatan Jeumpa, Bireuen akhirnya mengakui perbuatannya. Dia melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang nenek bernama Manfarisah (85), warga setempat pada Kamis, 10 Januari lalu.

Korban mengalami pembengkakan di kepala bagian belakang karena dibenturkan ke dinding. Sehingga, dia mengeluarkan darah di hidung. Pada 18 Februari lalu, korban meninggal dunia dalam perawatan. Sementara emas seberat 10 mayam diduga dirampas pelaku.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kapolsek Kota Juang, AKP Arief Sanjaya kepada Serambi, Selasa (26/3) mengatakan, pelaku cukup lama bertahan dengan tidak mau mengakui perbuatan tersebut. Namun, dua hari lalu, dengan kesadaran sendiri pelaku mengaku melakukan tindakan kekerasan terhadap Manfarisah.

Disebutkan, tersangka ditangkap 2 Maret lalu di rumahnya. Pada awalnya, ia bersikukuh bahwa tak pernah melakukan perbuatan tersebut. “Sejak ditangkap dan hampir dua minggu, Rat bertahan dengan menyangkal perbuatan itu. Akhirnya, dua hari lalu, dia mengaku terus terang. Sepertinya pelaku sudah merencanakan perbuatan tersebut,” kata AKP Arief Sanjaya didampingi Kanit Reskrim, Aipda Ghafur.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Kota Juang mengungkapkan, berkas tersangka bersama barang bukti serta keterangan dari saksi sudah rampung dilakukan tim penyidik. Dalam waktu dekat ini, segera dikirim ke Kejari Bireun untuk proses selanjutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial Rat (34), warga Dusun Awe Desa Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, ditangkap aparat Polsek Kota Juang, Polres Bireuen, Sabtu (2/3) di rumahnya.

Tersangka diduga sebagai orang yang melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap Nek Manfarisah pada Kamis, 10 Januari lalu. Namun, akibat kepala korban dibentur-benturkan tersangka ke dinding, sehingga mengalami pembengkakan di kepala, mengeluarkan darah di hidung dan akhirnya korban meninggal dalam masa perawatan pada 18 Februari lalu.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved