Breaking News:

10 Km Jalan Peninggalan Exxon Mulai Diperbaiki, Ini Jumlah Anggaran dan Target Selesai

Ini bentuk karya bakti TNI Kodam Iskandar Muda yang bersinergi dengan kita dalam rangka perbaikan jalan, sepanjang 10 kilometer

Serambi
Foto bersama pejabat PHE, TNI, dan Polisi 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda (IM) Rabu (27/3/2019) mulai membangun jalan peninggalan ExxonMobil sepanjang 10 kilometer dari Cluster I (Syamtalira Aron) sampai Cluster IV Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara dengan dana Rp 19 miliar.

Baca: Dibawa Kabur Maling, Kini Buku Nikah Tersedia Lagi di KUA Banda Sakti Lhokseumawe

Ditargetkan pengerjaan pengaspalan jalan sampai hotmix selesai dibangun selama tiga bulan. Jalan tersebut melintasi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong (cluster II), Tanah Luas (Cluster III) dan Matangkuli.

Hal itu disampaikan General Manager PHE NSB Akhmad Miftah dalam pertemuan yang diadakan di Point A dengan Kodam IM, Pemkab Aceh Utara dan unsur muspika dari Tanah Luas dan Nibong.

Baca: Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik, Kawasan Jeumpa Abdya Sempat Gelap

“Ini bentuk karya bakti TNI Kodam Iskandar Muda yang bersinergi dengan kita dalam rangka perbaikan jalan, sepanjang 10 kilometer. Kenapa ini dilakukan, karena jalan ini cukup strategis buat operasional kita dan masyarakat sekitar. Apalagi daerah ini cukup padat penduduknya, sehingga perhatian terhadap infrastruktur juga kita utamakan,” ujar Akhmad Miftah menjawab Serambi, Rabu (27/3).

Baca: 3.056 CJH Aceh Sudah Lunasi Ongkos Haji

Disebutkan, perbaikan jalan ini sampai Hotmix dengan lebar antara 6 hingga 8 meter, tergantung situasi dan kondisi di masing-masing lokasi. Perbaikan jalan ini dilakukan TNI tapi pengadaan barang sepertinya bekerja sama dengan pihak lokal. “Kalau kick off pada Senin, tapi resminya kita mulai pada hari ini (kemarin red),” ujarnya.

Disebutkan, pembangunan ini dilakukan kerjasama dengan TNI karena banyak hal yang harus diperhatikan. Diantaranya persoalan waktu pembangunan, lalu prosesnya lebih cepat. Selain itu, proses pengerjaan jalan yang dilakukan oleh anggota TNI dinilai lebih aman. “Insya Allah tidak ada gangguan-gangguan dari pihak manapun. Bagaimana pun (TNI) ini kan alat pemerintah juga,” ujar Akhmad Miftah. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved