Bupati Tegur Keras Kadis SI

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH menegaskan, dirinya telah memerintahkan kepada Sekretaris Daerah

Bupati Tegur Keras Kadis SI
DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

* Terkait Kasus Penerima Insentif Guru Ngaji

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH menegaskan, dirinya telah memerintahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melayangkan surat teguran keras kepada Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya, Rajuddin SPd.

Hal tersebut disampaikan oleh Akmal Ibrahim SH kepada Serambi, Rabu (27/3), menanggapi pernyataan Ketua DPC Pospera Abdya, Harmansyah yang meminta Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Rajuddin dicopot. “Sudah kita minta pada Pak Sekda untuk menegur Beliau,” ujar Akmal Ibrahim SH.

Terkait daftar penerima insentif guru pengajian yang tidak tepat sasaran karena turut dimasukkan nama PNS dan Kadis Syariat Islam Abdya, Akmal mengaku, juga telah meminta Sekda membentuk tim untuk

melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap nama-nama yang diusulkan tersebut. “Kita tunggu hasilnya. Kalau terbukti tidak tepat sasaran, bisa kita berikan sanksi keras,” tegasnya.

Saat ditanyakan apakah sanksi keras yang dimaksud itu berupa dicopot dari jabatan dan penurunan pangkat, Bupati Akmal hanya tersenyum. “Tanya sama Pak Sekda, apa saja dalam kategori sanksi keras itu. Apakah bisa dicopot atau tidak dengan aturan yang baru sekarang. Karena (kalau dicopot) itu harus dilelang kembali,” ungkapnya.

Akmal menilai, apa yang dilakukan oleh Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya tersebut merupakan pelanggaran dan kejahatan jabatan. “Ini merupakan contoh yang tidak baik bagi yang lain, sehingga akan diberikan sanksi,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, publik Abdya dikejutkan dengan terungkapnya fakta ada oknum kadis yang masuk dalam daftar penerima bantuan untuk guru pengajian dari Dinas Syariat Aceh. Data yang diperoleh Serambi, dari 25 orang guru pengajian yang diusulkan namanya oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya, lima di antaranya adalah PNS, bahkan salah satunya adalah Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah itu sendiri, Rajuddin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Thamrin yang dihubungi Serambi secara terpisah mengaku, telah melayangkan surat teguran keras kepada Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat, Rajuddin. “Sudah, berupa (surat) teguran keras. Surat itu kita layangkan pada 25 Maret dengan Nomor: 450/415/2019,” ujar Drs Thamrin.

Dia menyebutkan, dalam surat teguran itu terdapat lima poin, di mana salah satunya menyatakan Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya telah melakukan penyalahgunaan kewenangan atas jabatan.

“Selain itu, kita juga meminta Beliau tidak mencairkan bantuan tersebut sampai adanya data terbaru hasil evaluasi dan verifikasi dari tim yang ditunjuk,” tandas Sekda.

Menurutnya, teguran keras itu adalah salah satu langkah yang diambil oleh pimpinan atas perbuatan yang dinilai menyalahi aturan itu. “Sanksi lain bisa dicopot atau turun pangkat satu tingkat, tapi langkah itu bisa diambil setelah ada hasil dari tim,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved