Ibu Lempar Anak Kandung ke Bak Air Hingga Tewas

Seorang ibu berinisial SY (22), tega membunuh anak lelakinya yang masih berumur 1 tahun, M Haikal Ramadhan

Ibu Lempar Anak Kandung ke Bak Air Hingga Tewas
IST
ANDY HERMAWAN, Kapolres Langsa

LANGSA - Seorang ibu berinisial SY (22), tega membunuh anak lelakinya yang masih berumur 1 tahun, M Haikal Ramadhan dengan cara mencampakan ke dalam bak air kamar mandi rumah kontrakan di Dusun Rukun, Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota, Rabu (27/3).

Insiden pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika di rumah kontrakan itu hanya ada SY bersama anaknya. Sedangkan ayah korban, RM (25) sedang di luar.

Penelusuran Serambi, ayah korban tidak memiliki pekerjaan tetap dan selama ini hanya hidup dari minta sedekah, begitu juga tersangka SY. Motif pembunuhan anak kandung tersebut masih didalami oleh Sat Reskrim Polres Langsa.

Warga sekitar tidak mengetahui terjadinya kasus pembunuhan tersebut karena setelah korban meninggal, tersangka langsung membawa anaknya ke RSUD Langsa dengan menumpang pada warga yang melintas.

Kepada polisi, awalnya tersangka berkilah tidak melakukan pembunuhan. Namun setelah didesak oleh pihak berwajib, akhirnya tersangka SY mengakui perbuatannya. Tersangka yang sedang di RSUD Langsa langsung diboyong ke Mapolres Langsa.

Polisi sempat membawa tersangka SY ke rumahnya untuk memperlihatkan dan memperagakan cara dia membunuh darah dagingnya sendiri.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK membenarkan insiden pembunuhan anak lelaki yang masih balita ini. Pelakunya tak lain ibu kandung korban. „Tersangka SY telah kita amankan ke Mapolres Langsa untuk proses penyidikan lebih lanjut,“ ujarnya.

Pengakuan tersangka kepada penyidik dirinya melakukan pembunuhan (dengan cara mencampakkan anaknya ke bak air) karena kesal dengan suaminya karena tidak memberikan nafkah untuk keperluan rumah tangga.

Karena kurang tanggung jawab suami, SY mengaku harus mencari uang sendiri dengan cara meminta-minta sedekah. Saat ke luar rumah mencari sedekah dia harus membawa anaknya yang masih balita itu.

„Beberapa hari lalu, selepas magrib, tersangka pernah menanyakan kepada suaminya jika anaknya ditenggelamkan ke bak (dibunuh) supaya tidak ada beban lagi apakah polisi akan menangkapnya. Sang suami melarang karena itu perbuatan dosa dan pasti ditangkap polisi,“ kata Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma mengutip keterangan tersangka.

Selanjutnya, pada Selasa (26/3) tersangka SY dan suaminya juga terlibat pertengkaran tentang kebutuhan rumah tangga. Menurut SY, suaminya jarang memberi uang. Sehari-hari suaminya meminta sedekah mengatasnamakan bantuan untuk dayah.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved