Liputan Eksklusif

Irwandi Yusuf: Plt Sudah Mulai Peduli

Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf MSc, dituntut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepuluh tahun penjara

Irwandi Yusuf: Plt Sudah Mulai Peduli
Tribun Video
Irwandi Yusuf 

Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf MSc, dituntut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepuluh tahun penjara, subsider enam bulan kurungan, denda Rp 500 juta, dan pencabutan hak dipilih untuk jabatan publik selama lima tahun. Tuntutan itu dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25/3).

Sepekan terakhir, di laman-laman media sosial tersiar pernyataan Irwandi Yusuf berisi bantahan atas semua dakwaan jaksa tersebut. Yang tak kalah gegernya adalah sindiran Irwandi terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT. Lalu banyak kalangan menafsirkan hubungan Irwandi-Nova mengalami guncangan. Benarkah?

Rabu kemarin, sehari setelah Nova Iriansyah “curhat” di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bahwa ia dituding mengkhianati Gubernur Irwandi, Serambi kemudian menanyakan perihal itu kepada BW (Bang Wandi), sapaan akrabnya, termasuk mengenai pihak-pihak yang ia duga berada di balik penangkapan dirinya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 3 Juli 2018 lalu. Berikut petikannya.

Benarkah Plt Gubernur Nova Iriansyah kurang perhatian kepada eks relawan/timses Irwandi-Nova?
Dapat dikatakan sudah mulai peduli kepada eks relawan. Dulu dirasakan beliau menjauh dari para relawan, seolah mereka tidak punya peran apa pun dalam kemenangan kami. Tapi tadi siang saya dapat update dari tim relawan bahwa ada beberapa orang relawan sudah diberi tugas tertentu di dinas-dinas. Berikut ini kopian orisinilnya, „Kamoe na padup droe na geubi tugas le bpk plt bak dinas2.“ (Beberapa orang kami sudah diberi tugas oleh Bapak Plt di dinas-dinas -red)

Apa yang akan Anda lakukan agar Nova tak terus dituding khianati BW?
Saya tidak tahu masalah itu. Nova perlu menjelaskan sendiri.

Bagaimana hubungan Anda dengan Plt Gubernur Aceh selama ini?
Plt Gub dua kali bertemu saya. Pertama, saat saya berobat di Rumah Sakit Polri. Dia saya suruh datang ke rumah sakit. Yang kedua, ketika dia bersaksi di PN Jakpus. Hubungan kami baik, tapi dia tidak pernah melakukan koordinasi dengan saya berkaitan dengan jalannya pemerintahan.

OK. Ada lagi yang ingin Anda tambahkan?
Begini, Partai Demokrat kira-kira satu bulan sebelum saya di-OTT ada menggelar rapat yang dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat. Nova hadir. Sepulangnya dari Jakarta, Nova menghubungi Muzakir Manaf untuk mengajaknya menjadi Wagub Aceh, tapi Muzakir Manaf menolak.

Terbetik kabar, Plt Gubernur melalui kantor penghubung di Jakarta ikut membantu akomodasi dan konsumsi selama persidangan Anda?
Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta menyampaikan keinginan membantu Rp 4 juta per bulan atau Rp 1 juta untuk tiap kali persidangan. Alhamdulillah, Kantor Perwakilan pernah bantu Rp 1,8 juta. Tapi hanya sekali itu saja, setelah itu tidak pernah lagi. Tapi istri saya tiap kali ke Jakarta menginap di situ. Kendaraan antar jemput juga disediakan.

Dalam beberapa pernyataan Anda selama ini terkesan ada beberapa pihak yang punya andil dalam proses penangkapan Anda oleh KPK. Siapa saja mereka dan apa kira-kira alasannya?
Yang mau menang tender proyek Balohan, Sabang, pada akhir tahun 2017, tapi dia tak bisa menang juga karena, menurut Kepala BPKS, Ir Fauzi Husin, perusahaan tersebut tidak lengkap walau tawarannya terendah. Perusahaan itu dibawa oleh seorang pengusaha lokal terkenal bernama Toke M. Sedangkan yang kasak-kusuk di belakang Toke M adalah SRj, seorang oknum anggota intelijen yang sudah bertugas di Aceh sejak masa konflik.

Anda yakin?
Oknum ini bahkan diduga terlibat juga dalam kasus penembakan mobil Kepala Inspektorat Aceh, Syahrul Badruddin, menyangkut kepentingan toke tersebut juga. Tapi kasus tersebut entah kenapa dihentikan penyelidikannya.

Terus, kira-kira apa lagi yang dilakukan Mr SRj terhadap Anda?
Mr SRj ini dalam upaya memenangkan tender proyek Balohan untuk kepentingan Toke M banyak melakukan intimidasi lewat pesan-pesan WA dan melakukan beberapa kontra yang menyerang saya lewat media online tertentu. Kepala BPKS mengadu kepada saya tentang hal tersebut dan saya minta bukti adanya intimidasi dari oknum itu. Lalu saya mendapat bukti berupa capture pesan WA.

Saya melapor ke Waka BIN tentang intimidasi serta barang buktinya. Yang bersangkutan pun di-recall ke Jakarta. Lalu yang bersangkutan bersumpah untuk balas dendam. Bahkan dalam akun FB-nya dia menyebutkan kira-kira, ‘Kau usir aku dari Aceh, kau kutangkap.’

Kira-kira tiga minggu kemudian saya dipanggil menghadap Waka BIN. Pak Waka menyampaikan kepada saya bahwa SRj bilang Toke M itu pengusaha titipan seorang pimpinan suatu instansi penting.

Setelah Anda ditahan KPK, apakah Anda masih diusik?
Baru-baru ini SRj mengirim ancaman kepada saya via Sayuti MH (kuasa hukum Irwandi -red ). Bunyi ancamannya kira-kira begini: Tolong bilang sama Irwandi kesabaran saya hampir habis. Pada pertengahan tahun 2017 saya pergi ke Turki untuk melihat pameran persenjataan di Istanbul atas izin Kepala BAIS.

Terus, apa hubungannya dengan penangkapan Anda?
Pada Oktober 2017 saya kedatangan tamu, yaitu Wakil Perdana Menteri Turki. Beliau saya jamu sacara adat dan ada memori Lada Sicupak. Beberapa lama setelah itu saya difitnah ke pusat bahwa saya sedang mempersiapkan referendum kemerdekaan Aceh yang didukung oleh Turki. (fikar w. eda)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved