Petani di Pidie Keluhkan Hama Buah Kakao, Ini Luas Lahan yang Rusak

Petani di Pidie mengeluhkan terhadap hama penyakit yang menyerah buah kakao. Data Dinas Pertanian dan Pangan Pidie mencatat 1.844 hektare kakao.

Petani di Pidie Keluhkan Hama Buah Kakao, Ini Luas Lahan yang Rusak
For Serambinews.com
Seorang petani di Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (28/3/2019) memperlihatkan buah kakao busuk akibat diserang penyakit.

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Petani di Pidie mengeluhkan terhadap hama penyakit yang menyerah buah kakao.

Data Dinas Pertanian dan Pangan Pidie mencatat 1.844 hektare tanaman kakao milik petani rusak.

Hama menyerang buah kakao menjadi busuk hingga biji menjadi keras. Sehingga menyebabkan panen petani menjadi menurun.

"Hama menyerang buah kakao telah tiga tahun dirasakan petani. Penyakit buah busuk dan biji kuat belum mampu ditangani pemerintah," kata Fakhruddin (58) seorang petani di Kecamatan Tangse, kepada Serambinews.com, Kamis (28/3/2019).

Sebut Fakhruddin, pemerintah melalui balai penanganan penyakit, seharusnya terjun ke lapangan untuk mengusir hama penyakit yang telah menggerogoti buah hingga batang kakao.

Baca: 100 Petani Bandar Baru Pidie Jaya Terima 200 Hektare Lahan Kakao

Baca: Demi Uang Rp 10 Ribu Untuk Beli Beras, Janda dan Putrinya Berjuang Pungut Kakao Sisa Makanan Tikus

Baca: Fokus Pengembangan Kakao

"Petani kakao sudah frustasi mengusir hama penggerek buah, tapi belum membuahkan hasil. Kalau ke kebun kita mendapati buah kakao busuk," jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Saiful Bahri SP kepada Serambinews.com, Kamis (28/3/2019), menyebutkan, luas lahan kakao di Pidie mencapai 10.585 hektare. Rinciannya, tanaman kakao produkti 6.042 hektare dan kakao rusak akibat penyakit 1.844 hektare.

Dijelaskan, kakao rusak tersebar di delapan kecamatan. Yakni, Kecamatan Padang Tiji, Tangse, Glumpang Tiga, Geumpang, Tiro Truseb, Keumala dan Titeu.

"Kita akan melakukan peremajaan tanaman kakao. Petani harus membersihkan kebun kakao, agar tidak mudah bersarang penyakit," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved