Belasan Hektare Sawah di Peudada tak Bisa Digarap, Ini Penyebabnya

Hingga Jumat (29/03/2019) lumpur masih menutupi areal sawah dan mulai tertutup ilalang, sehingga sulit untuk dibersihkan.

Belasan Hektare Sawah di Peudada tak Bisa Digarap, Ini Penyebabnya
Foto Kiriman Warga
Seluas 15 hektar sawah di Desa Blang Rankuluh, Peudada, Bireuen tidak bisa digarap pada musim tanam mendatang karena masih dipenuhi lumpur, dampak jebolnya waduk Paya Sikameh pada Desember 2019 lalu. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM – Seluas 15 hektare sawah di Desa Blang Rangkuluh, Peudada, Bireuen tidak bisa ditanami pada musim tanam ini karena disebabkan tertimbun lumpur, dampak jebolnya waduk Paya Sikameh pada Desember 2018 lalu.

Hingga Jumat (29/03/2019) lumpur masih menutupi areal sawah dan mulai tertutup ilalang, sehingga sulit untuk dibersihkan.

“Kami mengharapkan perhatian dinas terkait untuk membersihkan lumpur tersebut, sehingga sawah dapat digarap pada musim taman mendatang,” kata M Nur (45) pemilik sawah yang terkena dampak luapan waduk jebol, didampingi beberapa warga lainnya.

M Arif, wakil DPRK Bireuen asal Peudada mengatakan, sawah yang tertimbun lumpur ini perlu dinormalisasi. Sehingga petani dapat menanami kembali sawah mereka.  

M Arif menambahkan, normalisasi sawah tersebut akan disampaikannya ke dinas terkait dan diharapkan dananya dapat diusulkan dalam anggaran perubahan (APBK-P) Bireuen pada Juli mendatang.(*)

Baca: Batas Akhir 31 Maret, Ini Sanksi Bagi ASN atau PNS yang tidak Laporkan Harta Kekayaannya

Baca: Misteri Cap Jempol Amplop Serangan Fajar Bowo, Fahri Hamzah dan Dahnil: Ada Foto Capres Tertentu?

Baca: Potret Kehidupan Puluhan WNI dan Puluhan Ribu Keluarga Eks ISIS di Kamp Pengungsi Al-Hol

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved