Dibantu Haji Uma, Pasien Miskin dari Aceh Timur yang Alami Pembekuan Darah di Kepala Akhirnya Pulang

Haji Uma melalui stafnya, menyerahkan bantuan transportasi kepada Joharsyah, untuk biaya pulang ke Aceh Timur.

Dibantu Haji Uma, Pasien Miskin dari Aceh Timur yang Alami Pembekuan Darah di Kepala Akhirnya Pulang
FOR SERAMBINEWS.COM
Joharsyah dan Halijah memangku anaknya, Milda Sapitri (10) yang baru sembuh dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, sebelum pulang ke Aceh Timur, Kamis (29/3/2019) malam. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Upaya membantu masyarakat miskin terus dilakukan anggota DPD RI H Sudirman atau Haji Uma.

Kali ini, masyarakat miskin dari Kecamatan Serba Jadi Lokop, Aceh Timur yang dibantunya.

Yaitu Milda Sapitri (10), bocah yang mengalami pembekuan darah di kepala akibat terjatuh.

Milda Sapitri adalah anak dari pasangan Joharsyah dan Halijah.

Baca: Pemuda asal Bireuen yang Meninggal di Malaysia akan Dipulangkan, Haji Uma Bantu 1.000 Ringgit

Pada Kamis (29/3/2019) malam Haji Uma melalui stafnya, menyerahkan bantuan transportasi kepada Joharsyah, untuk biaya pulang ke Aceh Timur.

Terkait bantuan ini, Joharsyah, mengucapkan terimakasih kepada Haji Uma atas bantuan yang diberikannya.

"Ayah korban sangat terharu, dan mengucapkan terima kasih kepada Haji Uma, semoga Haji Uma terus membantu masyarakat miskin lainnya," kata Wiwin Salehuddin.

Baca: 11 Perempuan Bercelana Ketat dan 8 Laki-laki Pakai Celana Pendek Terjaring Razia di Aceh Timur

Wiwin adalah warga Lokop yang tinggal di Banda Aceh dan menampung tempat tinggal sementara Joharsyah dan keluarganya selama berobat di Banda Aceh.

Informasi terkait pasien tidak memiliki biaya pulang ke Aceh Timur ini diterima Haji Uma, dari wartawan Serambinews.com di Aceh Timur, berdasarkan informasi yang disampaikan Wiwin Salehuddin.

Setelah mendapat informasi ini, Haji Uma, langsung mengutus stafnya menemui keluarga pasien dan memberikan bantuan.

Wiwin Salehuddin mengatakan, Milda Sapitri mengalami pembekuan darah di kepala akibat terjatuh dari balai pengajian setinggi 5 meter di gampongnya di Lokop, beberapa waktu lalu.

Baca: Tabrakan di Aceh Timur, Mahasiswi asal Bireuen Meninggal karena Pendarahan dan Luka Berat di Kepala

Kemudian keluarga membawa korban ke RSUD dr Zubir Mahmud, dan dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.

Karena hasil diagnosa dokter di RSUD dr Zubir Mahmud korban mengalami retak di bagian kepala.

"Tapi setelah ditangani di Banda Aceh, tidak ada retak di kepala korban. Hanya pembekuan darah, dan setelah diobati, dan dinyatakan sembuh korban diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap 5 hari," ungkap Wiwin.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved