MA Kurangi Hukuman Pimpinan Azizi

Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasinya mengurangi sepertiga vonis pimpinan Azizi Tour perwakilan Aceh Barat

MA Kurangi Hukuman Pimpinan Azizi
PIMPINAN Azizi Tour Aceh Barat, Hj Cut Mega Putri, keluar dari ruang sidang PN Meulaboh 

* Kasus Penipuan Calon Jamaah Umrah

MEULABOH - Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasinya mengurangi sepertiga vonis pimpinan Azizi Tour perwakilan Aceh Barat di Meulaboh, Cut Mega Putri (50) dalam kasus penipuan terhadap 164 calon jamaah umrah di wilayah itu. Cut Mega Putri yang divonis tiga tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh dan dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, kini hanya perlu menjalani hukuman selama 2 tahun penjara.

Informasi yang diperoleh Serambi, Kamis (28/3), menyebutkan, putusan kasasi MA itu sudah turun dan eksekusi kasus penipuan jamaah umrah tersebut juga sudah dilakukan baru-baru ini karena sudah berkekuatan hukum tetap (inkrach). Tervonis Cut Mega Putri itu sendiri hingga kini masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Meulaboh.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat, Dedek Syumarta Suir SH ditanyai Serambi, kemarin, membenarkan, kalau vonis kasus penipuan jamaah umrah sudah inkrach. “Sudah kami eksekusi. Sudah inkrach kasus itu,” katanya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, majelis hakim PN Meulaboh Aceh Barat menjatuhi hukuman tiga tahun penjara kepada Hj Cut Mega Putri (50), pimpinan PT Azizi Tour Perwakilan Aceh Barat dalam perkara dugaan penipuan terhadap 164 calon jamaah umrah pada Kamis, 3 Mei 2018 lalu. Vonis tersebut berlanjut ke banding ke PT Banda Aceh, namun dalam putusannya PT menguatkan keputusan PN sehingga berujung kasasi ke MA.

Kasus itu sendiri bermula dari pengaduan 37 dari 164 calon jamaah umrah ke Polres Aceh Barat. Mereka mengaku menjadi korban penipuan karena sudah berkali-kali pihak Azizi menunda keberangkatan umrah ke Tanah Suci. Padahal, mereka sudah menyetor dana antara Rp 15 juta-Rp 22 juta per orang kepada pihak travel tersebut. Total kerugian calon jamaah umrah diperkirakan mencapai Rp 3 miliar lebih.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Senin, 28 Agustus 2017, Polres Aceh Barat menetapkan Hj Cut Mega Putri, pimpinan Azizi Tour di Meulaboh, sebagai tersangka. Hingga kini, polisi masih memburu seorang tersangka lain yaitu Hj Nasla Lubis yang merupakan pimpinan Azizi di Medan.

Sementara itu, sebanyak 10 orang dari 164 orang yang dilaporkan sebagai korban kasus penipuan calon jamaah umrah di Aceh Barat sudah melanjutkan gugatan ganti rugi ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh dengan tergugat pimpinan Azizi Tour perwakilan Aceh Barat di Meulaboh, Hj Cut Mega Putri, beberapa waktu lalu. Pihak Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat sebagai pendamping korban mengatakan, pihaknya segera akan mengajukan eksekusi terhadap putusan ganti rugi tersebut.

“Sebab, 10 orang yang menggugat itu menang dalam putusan PN. Kami akan pertanyakan kembali ke PN Meulaboh dalam waktu dekat ini, terkait kapan dilakukan eksekusi ganti rugi” kata Hamdani, Koordinator YARA Aceh Barat.

Sedangkan korban yang lain, ujarnya, masih menunggu dan juga berencana akan melakukan gugatan ganti rugi terhadap pimpinan Azizi Tour ke PN Meulaboh. “Gugatan ganti rugi diajukan setelah keluar putusan pidana,” tukasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved