Mahasiswa Aceh Kembali Raih Cum Laude di Mesir

Hendri Julian Ibrahim, mahasiswa asal Bireun, Aceh, meraih predikat cum laude setelah berhasil mempertahankan tesis dalam bidang pendidikan

Mahasiswa Aceh Kembali Raih Cum Laude di Mesir
For Serambinews.com
Hendri Julian bersalaman dengan para dosen seusai sidangnya di ruang kuliah umum IARS (Institute of Arab Research and Studies), Kairo, Mesir, Kamis (28/3/2019) waktu setempat. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hendri Julian Ibrahim, mahasiswa asal Bireun, Aceh, meraih predikat cum laude setelah berhasil mempertahankan tesis dalam bidang pendidikan pada sidang yang berlangsung di ruang kuliah umum IARS (Institute of Arab Research and Studies), Kairo, Mesir, Kamis (28/3/2019).

Hendri yang merupakan peraih beasiswa Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh ini meneliti tentang efektifitas stategi belajar Problem Based Learning(PBL) dalam meningkatkan penyerapan ilmu nahwu bagi siswa di Indonesia. 

Tesis yang berjudul asli “Faa’iliyyah Istratijiyyah at-Ta’allum al-Qaaim ‘ala al-Musykilaat fi Tanmiyah al-Adaa an-Nahwi Lada Thullab al-Marhalah Ast-Tsanawiyah bi Indonesia” ini berhasil dipertahankan dengan baik oleh Hendri Julian.

Setelah berjuang selama dua jam di depan tiga guru besar bidang Metode dan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab bagi non Arab, Prof Dr Mustafa Ruslan Syalaby (Universitas Ain Syams), Prof Dr Shabir Abdul Mun’im (Universitas Kairo), Prof Dr Hazim Mahmud Rasyiddari (Universitas Ain Syams), alumnus Fakultas Tarbiyah Universitas Ar-Raniry Banda Aceh ini mendapat apresiasi dan pujian dari penguji.

Baca: Buku-buku tentang Aceh di Perpustakaan Mesir

Baca: Pemkab Abdya Sediakan Beasiswa Kuliah ke Mesir, Berharap Bisa Lahirkan Puluhan Hafidz

Baca: ‘Ain Sokhna, Pesona Lain di Pesisir Mesir

Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com dari mahasiswa Aceh di Mesir disebutkan, Prof Mustafa Ruslan, yang merupakan dosen pembimbing mengaku bangga kepada Hendri Julian.

Ia berharap mahasiswa asing mampu mencontoh prilaku dan kegigihan Hendri Julian. 

Hal serupa juga diungkapkan Prof Hazim Mahmud, penguji Hendri Julian, juga mengungkapkan apresiasi dan rasa bangga bahwa peneliti sudah berjuang dengan penuh kesungguhan dan cukup baik dalam menyelesaikan tesis.

“Bahwa yang perlu kita hargai dari peneliti adalah kesungguhannya dalam dua hal. Yang pertama ia sudah mengkhidmah Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa terbesar di dunia, kedua ia telah mengkhidmah Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran, bahasa kaum muslimin, dan inilah hal yang paling penting," katanya.

"Kita juga harus menghargai usaha dari peneliti ini yang sudah rela, ikhlas bergadang, dalam malam-malam panjang dalam menyelesaikan tesis ini. Semoga pahala keikhlasannya dalam usaha ini mendapat balasan dari Allah Swt,” ungkap guru besar Universitas Ain Syams itu.

Hendri Julian sendiri mengaku berterima kasih ke semua pihak yang sudah mendukungnya selama menyelesaikan kuliah di Mesir, terutama kepada orang tua dan Pemerintah Aceh yang sudah memberikan beasiswa pendidikan melalui dana LPSDM Aceh.

“Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah mendidik dan mendoakan saya selama lahir sampai sekarang. Juga kepada Pemerintah Aceh yang sudah memberikan saya beasiswa selama ini. Beasiswa pendidikan Pemerintah Aceh seperti ini sangat membantu anak-anak Aceh seperti saya untuk meraih mimpi setinggi-tingginya dalam dunia pendidikan,” ujar Hendri Julian usai sidang. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved