Direktur Yayasan Perempuan untuk Perdamaian Sebut Peran Perempuan Butuh Pengakuan

Perempuan juga perlu dukungan bersama dalam memelihara perdamaian serta menciptakan rasa keadilan bagi sesama dan pengakuan atas peran perempuan di se

Direktur Yayasan Perempuan untuk Perdamaian Sebut Peran Perempuan Butuh Pengakuan
ANTARA
Hari Perempuan 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Yayasan Perempuan untuk Perdamaian, Irma Sari menegaskan ada empat pencapaian yang ingin diraih oleh perempuan, termasuk perannya diakui.

Pertama yaitu tersosialisasinya pesan perlindungan dan persamaan, peran perempuan meliputi sosial, budaya, ekonomi, dan pembangunan serta pemerintahan.

Baca: Perjuangan Sutopo Purwo Nugroho Lawan Kanker dan Skoliosis, Tak Bisa Tidur Hingga Ikut Yoga

Baca: Polisi Tegaskan Orang yang Mengajak Golput Bisa Terancam Pidana

Baca: Kadis Sosial Agara: Tak Ada Dana untuk Bantuan Masa Panik Korban Banjir Bandang

“Kedua, kita juga mengharapkan menemukan kembali konsep perdamaian dan keadilan yang sensitif perempuan, khususnya dalam penyelenggaraan keadilan transisi di Aceh,” ujarnya kepada Serambinews.com, Sabtu (30/3/2019).

Ketiga, saat ini perlu dibangunnya komunikasi dan solidaritas antar stakeholder guna memperkuat dukungan.

Keempat, perempuan juga perlu dukungan bersama dalam memelihara perdamaian serta menciptakan rasa keadilan bagi sesama dan pengakuan atas peran perempuan di setiap aspek kehidupan.

Hal itu disampaikan dalam rangka Hari Perempuan Se-Dunia yang dilaksanakan Aceh Woman's for Peace Foundation (AWPF).

Dalam kaitan yang sama AWPF juga menggelar seminar sehari dengan tema 'Wujudkan Perdamaian dan Perlindungan serta Pengakuan Atas Peran-peran Perempuan".

Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pada Kamis (28/3/2019) lalu di Museum Tsunami Aceh. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved