Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India

Dokumen rekaman siaran Radio Rimba Raya yang menginformasikan keberadaan Indonesia pada tahun 1948 ternyata masih tersimpan di arsip nasional India.

Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Wagub Niva Iriansya membaca puisi dengan latar Tugu Radio Rimba Raya, Bener Meriah. 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dokumen rekaman siaran Radio Rimba Raya yang  dipancarluaskan dari hutan belantara Desa Rime Raya (Rimba Raya), Bener Meriah, tahun 1948 ternyata masih tersimpan rapi di Arsip Nasional India.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bener Meriah, Irmansyah menginformasikan hal itu di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Informasi kepastian keberadaan rekaman suara Radio Rimba Raya itu disampaikan Director General All India Radio, Fayyaz Sheheyar, saat bertemu dengan Perwakilan Radio Republik Indonesia (RRI), Agus Sukoyo dan Agung Prasetya Umar di acara International Dance Festival 2019 di India yang diikuti lembaga penyiaran Asia Pasific.

Ketika itu, Indonesia diwakili Sanggar Meriah Jaya dari Kabupaten Bener Meriah.

"Kami gembira sekali mendengar kepastian keberadaan rekaman siaran Radio Rimba Raya tersebut. Ini merupakan jejak sejarah yang sangat penting bagi Indonesia," ujar Irmansyah.

Baca: Radio Rimba Raya Sangat Berperan Suarakan Indonesia Masih Ada

Baca: Film ‘Radio Rimba Raya Juara III Nasional

Baca: Interkuler Pengangkut Semen Terperosok di Pintu Rime Gayo

Disebutkan, pada Agresi Militer Belanda II Tahun 1948, seluruh radio milik Indonesia sudah dikuasai oleh Belanda, dan mengumumkan bahwa Indonesia sudah tak ada.

"Tapi klaim Belanda itu dibantah oleh satu siaran rahasia yang berasal dari pedalaman Rime Raya Tanah Gayo, Bener Meriah.

Radio yang membantah klaim Belanda itu menamakan diri Radio Rimba Raya, Radio Divisi X," ujar Irmansyah.

Siaran Radio Rimba Raya itu disiarakan dalam lima bahasa dunia, dan siarannya dapat ditangkap sampai India, Australia, Singapura, dan beberapa negara lainnya. 

"All India Radio kemudian menyiarkan suara dari Radio Rimba Raya itu, yang berisi penegasan bahwa Indonesia masih ada," ujar Irmansyah yang didampingi Anggota Tim Pengembangan Kaqasan Dataran Tinggi Gayo Alas, Yusradi Usman Al Gayoni.(*)

Baca: Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siti Zulaeha, Polisi Dalami Proyek Sertifikasi dan Jejak Percakapan

Baca: Forum Ormas Islam Agara Ajak Masyarakat Lawan Hoaks

Baca: Kerugian Kebakaran Lahan dan Hutan Capai Rp 51,7 M

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved