Opini

Iklan Politik Perbanyak Sampah Visual

PROSESI Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan presiden (Pilpres) maupun pemilihan legislatf (Pileg)

Iklan Politik Perbanyak Sampah Visual
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Partai politik peserta Pemilu 2019 

Penggunaan media kampanye yang terlalu banyak dan terpasang di sembarang tempat, cenderung menurunkan citra dari partai politik dan caleg itu sendiri. Begitu juga kandidat yang begitu nyinyir di media sosial yang menunjukkan bahwa dialah yang layak dipilih dan menyerang kandidat lain. Cara-cara seperti ini akan menurunkan kewibawaan, reputasi dan nama baik mereka. Sikap yang ditunjukkan tidak mencerminkan keteraturan dan ketertiban, malah melanggar aturan.

Orang yang bagus sikap dan perilakunya tentu tergambar dari perbuatan dan pribadinya. Tidak mungkin dia melakukan pelanggaran jika dia akan dipilih menjadi seorang pemimpin. Jadi, tidak harus mengumbarkan kebaikan diri, tidak perlu memperbanyak iklan diri untuk menarik simpati, karena masyarakat tahu sendiri tentang sosok pemimpin yang jujur dan memiliki pribadi yang terpuji.

Diawasi dan diamati
Saat ini rakyat adalah penilai bagi setiap anggota caleg yang mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakyat. Gerak-geriknya dipantau, sikapnya diawasi dan perilakunya diamati. Salah berbuat, langsung dicap sebagai penyalah aturan. Rakyat sekarang tidak mau lagi tertipu untuk ke sekian kalinya dengan buah janji para caleg lewat slogan dan kampanyenya. Yang dibutuhkan rakyat di sini ialah sikap para pemimpin sesuai dengan perbuatannya, memiliki dedikasi untuk membangun dan mementingkan kebutuhan rakyat di atas kebutuhan pribadi, seperti kepemimpinan Rasulluah dan para sahabatnya.

Bukan karena banyaknya media kampanye dan iklan politik seseorang mendapatkan suara terbanyak, tapi karena sikapnyalah yang membuat calon pemilih menjatuhkan pilihannya kepada sang caleg. Tidak perlu membuang-buang duit untuk membuat iklan politik, lebih baik duit itu digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. Cara seperti ini lebih terpandang dibandingkan harus membagikan selebaran atau memasang iklan yang dapat menambah sampah iklan visual di masyarakat.

Jadi, cobalah dikaji ulang bagi para caleg yang akan melakukan kampanye, jangan sampai berbuat sesuatu yang dapat menurunkan citra diri di hadapan masyarakat. Ini penting, sebab jika citra diri sudah hilang akibat sikap buruk, maka kepercayaan pun akan sirna di mata masyarakat.

Yelli Sustarina, alumnus Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe), dan Perempuan Peduli Leuser Aceh Selatan. Email: yellsaints.paris@gmail.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved