Kerugian Kebakaran Lahan dan Hutan Capai Rp 51,7 M

Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumah wilayah di Aceh memberikan dampak negatif yang cukup besar

Kerugian Kebakaran Lahan  dan Hutan Capai Rp 51,7 M
SERAMBI/ZUBIR
Petugas pemadam BPBD Langsa, Jumat (29/3) saat melakukan pemadaman lahan pwetanian warga Gampong Suka Jadi Makmur, Kecamatan Langsa Lama.SERAMBI/ZUBIR 

TAKENGON - Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumah wilayah di Aceh memberikan dampak negatif yang cukup besar. Bukan hanya dari sisi kerusakan lingkungan serta lahan, tetapi juga dari sisi material yang nilainya tidak sedikit.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sepanjang tahun 2018, terdapat 33 kali kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten. Dampak kerugianya diperkirakan menyentuh Rp 51,7 miliar. Sementara pada tahun 2017, kasus kebakaran lahan tercatat hanya sembilan kali.

“Untuk Aceh, ada beberapa daerah rawan kebakaran lahan, seperti di kawasan Barat Selatan, Aceh Tengah, Bener Meriah, serta beberapa daerah di wilayah timur,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek saat dihubungi Serambi, Kamis (28/3).

Untuk itu, Kabupaten Aceh Tengah yang merupakan salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan melakukan kerja sama dengan BPBA, menggelar kegiatan workshop tentang pengendalian kebakaran yang berlangsung di Takengon, dari 27 hingga 29 Maret 2019.

“Mulai sekarang, kita sudah siapkan kapasitas maupun kemampuan petugas tentang cara pencegahan, pengendalian, serta penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. Apalagi sebentar lagi kan sudah masuk musim kemarau,” jelasnya.

Menurut Teuku Ahmad Dadek, diprediksi mulai April hingga Agustus 2019 merupakan fase memasuki musim kemarau. Bila tidak segera diantisifasi sedini mungkin, diperkirakan kebakaran lahan serta hutan akan meningkat. “Penyebab kebakaran, 99 persen karena kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan sehingga bisa menyulut kebakaran, serta pembersihan lahan dengan cara dibakar namun dibiarkan begitu saja. Tapi ada juga faktor lain yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” ungkap Teuku Ahmad Dadek.

Hal senada juga disampaikan Sekda Pemkab Aceh Tengah Karimansyah, ketika membuka acara workshop pengendalian kebakaran hutan dan lahan. “Penyebab dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah tengah biasanya karena kelalaian dari orang-orang yang berdekatan dengan lahan dan hutan,” kata Karimansyah.

Menurutnya, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan menjadi hal yang sangat penting dalam pengendaliankebakaran hutan dan lahan. “Lakukan pendekatan yang luas kepada masyarakat, karena dukungan dari masyarakat dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

Workshop pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Aceh Tengah diikuti peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari perwakilan Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0106, personel Polres Aceh Tengah, BPBD seluruh Aceh, Dinas Sosial, Search and Rescue (SAR) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).(my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved