Korban Penipuan ‘Serbu’ Toko Emas

Puluhan korban penipuan ‘menyerbu’ toko emas Maju Jaya di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Jumat (29/3)

Korban Penipuan ‘Serbu’ Toko Emas
SERAMBI/SARI MULIYASNO
KORBAN penipuan emas di Kabupaten Simeulue 'menggeruduk' toko emas Maju Jaya di Kota Sinabang untuk menuntut pelaku segera ditangkap dan uang mereka segera dikembalikan, Jumat (29/3). SERAMBI/SARI MULIYASNO 

* Kerugian Mencapai Rp 700 Juta

SINABANG - Puluhan korban penipuan ‘menyerbu’ toko emas Maju Jaya di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Jumat (29/3), untuk meminta pertanggungjawaban pemilik toko emas tersebut. Tapi, keinginan para korban bertemu pemilik toko emas Maju Jaya berinisial HT tak berhasil karena tokonya sudah ditutup.

Informasi yang diterima Serambi, hampir seratusan warga Simeulue dari berbagai kalangan menjadi korban penipuan seorang pemilik toko emas di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue. Kerugian yang dialami para korban pun tak tanggung-tanggung karena mencapai angka Rp 700 juta lebih.

Karena terus dijanjikan HT akan segera dibayar, selama ini para korban mencoba tetap sabar. Tapi, setelah ditunggu sekian lama tak juga ada niat dari pemilik toko emas Maju Jaya untuk membayar uang korban, akhirnya kesabaran mereka habis.

Puncaknya, Jumat (29/3) kemarin, puluhan korban penipuan emas itu ramai-ramai ‘menyerbu’ toko emas Maju Jaya. Namun sayang, kedatangan mereka tak berbuah hasil karena toko emas itu ternyata sudah ditutup dan pemiliknya berinisial HT tidak diketahui keberadaannya saat ini.

“Dari 2018 dijanjikan terus mau dibayar. Ada juga surat pernyataannya sampai akhir 2018 diselesaikan, tapi sampai sekarang tidak ada niat baik,” kata Laila, mewakili rekan sesama korban lainnya.

Kerugian yang dialami korban akibat ulah pemilik toko emas tersebut, sebut Laila, paling besar Rp 50 juta dan paling kecil sekitar Rp 2 juta, dengan total keseluruhannya mencapai Rp 700 juta lebih. “Kami minta segera ditangkap orangnya, kembalikan uang kami,” teriak ibu-ibu yang turut ‘menggeruduk’ toko emas itu sambil menggendong anaknya.

Herman, korban lainnya mengungkapkan, bahwa pada tahun 2018 lalu, mereka sudah membuat laporan resmi ke Polres Simeulue terkait aksi penipuan pemilik toko emas Maju Jaya. Namun, ujarnya, para korban sudah tidak sabar lagi dan berharap uang mereka yang ditilep HT segera dikembalikan semuanya. “Ada yang gagal nikah gara-gara penipuan ini. Karena emas nikahnya sudah tak jelas keberadaannya,” tukas Herman.

Pelaku Masuk DPO
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Simeulue, Iptu Muhamad Khalil yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (29/3), menyatakan, bahwa pemilik toko emas Maju Jaya berinisial HT yang diduga sebagai pelaku penipuan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat ini, terangnya, pihak Kepolisian Simeulue sedang melakukan pencarian lokasi pesembunyian pelaku. “Sudah kita keluarkan perintah pencarian karena pelaku sudah dimasukkan dalam DPO,” tegas Kasatres Simeulue.(sm)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved