Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo

Pemancar radio di Cot Gue sama sekali tidak pernah bisa digunakan. Karena di saat yang sama terjadi Agresi Militer Belanda II, pada 19 Desember 1948

Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo
Serambinews.com
Monumen Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah 

Namun, waktu itu muncul kesulitan, tak ada mesin pembangkit listrik.

Ny Ummi Salamah, istri Kolonel Hoesein Yoesoef pun berusaha mendapatkannya ke Lampahan dan Bireuen. Tapi tak berhasil.

Mesin pembangkit listrik akhirnya diperoleh Ummi dari Kuala Simpang.

Beres soal listrik, muncul masalah lain. Kabel tak cukup. Dicari lagi ke Lampahan dan Bireuen. Ditemukan. Beres.

Sender (pengirim gelombang) radio dibangun di pucuk gunung dan tersembunyi, sehingga sukar dideteksi musuh.

Sebuah rumah juga dibangun untuk tempat peralatan kelengkapan radio.

Baca: Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India

Baca: BREAKING NEWS - Warga di Teunom Aceh Jaya Tenggelam saat Mencari Kerang

Kolonel Husein Yoesoef sendiri kemudian mendirikan rumah di areal pertanian Tentara Pembangunan di Rime (Rimba) Raya. Daerah itu sebelumnya bernama Desa Tanoh Ilang.

Salah satu kamarnya dijadikan studio penyiaran yang dipimpin sendiri oleh Husein Yoesoef.

Dari ruang berdinding kayu itulah suara Radio Rimba Raya dipancarluaskan dan akhirnya bisa ditangkap oleh All India Radio, yang menyiarkannya kembali ke segenap penjuru dunia.

Rekaman siaran itu saat ini ada di Arsip Nasional India.

Kementerian Luar Negeri diharapkan menyusuri keberadaan dokumen bersejarah itu dan membawa kembali ke Indonesia.

Siapa nyana, dari pucuk gunung Tanah Gayo, dari pedalaman hutan belantara, Indonesia diselamatkan dengan meneriakkan "Indonesia masih ada....Indonesia masih ada....".(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved