Polisi Tegaskan Orang yang Mengajak Golput Bisa Terancam Pidana

Bagi mereka yang melakukannya melalui media elektronik juga bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Polisi Tegaskan Orang yang Mengajak Golput Bisa Terancam Pidana
net
Ilustrasi Golput 

SERAMBINEWS.COM - Menjelang pemilu 17 April 2019, selain ajakan untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden serta calon anggota legislatif, muncul pula ajakan untuk golput.

Golput alias golongan putih adalah mereka yang memilih untuk tidak memilih pada Pemilu 2019 nanti.

Menanggapi kondisi tersebut, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa orang yang mengajak orang lain golputdalam Pemilu bisa dipidana.

Baca: Perjuangan Sutopo Purwo Nugroho Lawan Kanker dan Skoliosis, Tak Bisa Tidur Hingga Ikut Yoga

Bagi mereka yang melakukannya melalui media elektronik juga bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Ya kalau mengajaknya dengan menggunakan sarana media elektronik tentunya Undang-Undang ITE bisa atau dapat digunakan untuk menjerat seseorang sesuai dengan perbuatan dan fakta hukum yang betul-betul peristiwa itu terjadi," ujar Dedi, Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/3).

Baca: Pencari Kerang yang Tenggelam di Teunom Aceh Jaya Ditemukan Meninggal

Sebenarnya, kata dia, hukuman untuk orang yang mengajak golput telah diatur dalam Undang-Undang Pemilu yakni Pasal 510.

Dedi mengatakan hukuman pidana serta denda akan menanti bagi pihak yang dengan sengaja membuat orang lain golput.

"Di dalam UU Pemilu juga sudah diatur ada Pasal 510 kalau enggak salah. Barang siapa yang menghalangi atau menghasut seseorang untuk tidak memenuhi hak pilih bisa dipidana dan didenda juga," tuturnya.

Baca: Tiga Narapidana Cabang Rutan Sinabang Dipindahkan

Namun, jenderal bintang satu itu mengatakan penyidik akan menyelidiki lebih lanjut apakah kasus itu masuk dalam kategori pelanggaran pemilu atau pelanggaran pidana.

"Jadi tergantung, pertama perbuatannya, kedua sarana yang digunakan, itu bisa dijerat disitu. Makanya dari penyidik nantinya akan melihat dulu perbuatannya, fakta hukumnya sesuai dengan alat bukti yang ditemukan oleh penyidik," kata dia.

Baca: Seleksi Pra-PON Futsal Aceh Dimulai, Ketua AFA Pastikan tidak Ada Pemain Titipan

"Dari situ baru disusun konstruksi hukumnya. Masuk kemana nih? Masuk ke dalam KUHP kan, masuk dalam tindak pidana pemilu kah, masuk ke dalam undang-undang ITE kah. Itu sangat tergantung pada peristiwa tersebut," kata Dedi.

(Vincentius Jyestha Candraditya)

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Catat! Polisi Tegaskan Orang yang Mengajak Golput Bisa Terancam Pidana

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved