Sidang DOKA

Besok, Irwandi Yusuf Sampaikan Sendiri Pembelaan Pribadi di Depan Majelis Hakim Sidang Tipikor

Beliau sudah susun sendiri nota pembelaan pribadi. Kita tunggu, disampaikan di hadapan sidang besok.

Besok, Irwandi Yusuf Sampaikan Sendiri Pembelaan Pribadi di Depan Majelis Hakim Sidang Tipikor
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
GUBERNUR Aceh nonaktif Irwandi Yusuf bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/3). 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa perkara korupsi suap dan gratifikasi Irwandi Yusuf akan menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) pribadi secara lisan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (1/4/2019) besok.

"Beliau sudah susun sendiri nota pembelaan pribadi. Kita tunggu, disampaikan di hadapan sidang besok," kata Sayuti MH, kuasa hukum Irwandi Yusuf, Minggu (31/3/2019).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (1/4/2019) besok menjadwalkan sidang lanjutan Irwandi Yusuf dengan agenda penyampaian pleidoi oleh terdakwa dan kuasa hukum.

Baca: Wakil Presiden Afghanistan Abdul Rashid Dua Kali Lolos Percobaan Pembunuhan

Baca: Hasil Debat Capres ke-4, Prabowo Bahas Korupsi hingga Bandingkan Kapal Selam

Baca: Hasil Debat Capres ke-4, Jokowi Sebut 23 Lembaga Dibubarkan selama 4,5 Tahun

Ketua Majelis Hakim, Syafruddin Zuhri dalam persidangan sebelumnya, mempersilakan kepada terdakwa apabila ingin menyampaikan pembelaan pribadi.

"Pembelaan boleh ditulis tangan, atau kalau tidak, bisa juga secara lisan," kata Ketua Majelis Hakim.

Pada saat itu Irwandi belum memastikan apakah menyampaikan pembelaan pribadi atau hanya pembelaan tim kuasa hukumnya saja.

"Tapi setahu saya, beliau sudah susun pembelaan pribadi kemarin. Tapi apakah jadi disampaikan atau tidak, baru bisa dipastikan saat sidang esok," kata Sayuti.

Semetara itu, tim kuasa hukum Irwandi Yusuf terdiri atas Sayuti, SH MH, Gunawan Nanung SH, Sirra Prayuna, SH, Toddy Laga Buana SH, Putera SH, Santrawan T Paparang, menyatakan telah siap menyampaikan pembelaan hukum di hadapan majelis hakim.

"Sudah kita siapkan dengan baik. Tinggal dibacakan di persidangan," ujar Sayuti.

Dalam sidang Senin pekan lalu, gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf dituntut jaksa KPK pidana 10 tahun penjara subsider enam bulan kurungan, denda 500 juta, dan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.

Menurut jaksa, Irwandi Yusuf melakukan tindak pidana korupsi menerima suap dan gratifikasi.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved