Sidang DOKA

Besok, Terdakwa Korupsi DOKA, T Saiful Bahri, Sampaikan Pembelaan, Ini Bocoran Pledoinya

Dalam persidangan Senin pekan lalu, terdakwa T Saiful Bahri dituntut pidana 6 tahun penjara subsider tiga bulan kurungan dan denda Rp 250 juta.

Besok, Terdakwa Korupsi DOKA, T Saiful Bahri, Sampaikan Pembelaan, Ini Bocoran Pledoinya
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Nizarli, Hendri Yuzal, dan T Saiful Bahri di Pengadilan Tipikor Jakarta, bersaksi untuk kasus suap terdakwa Ahmadi SE. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - T Saiful Bahri, pengusaha Aceh, yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal (ajudan Irwandi Yusuf), akan menyampaikan pembelaan (pleidoi) pribadi dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (1/4/2019) besok, pukul 13.00 WIB.

"Pak Teuku Saiful Bahri juga sampaikan pembelaan pribadi, disamping pleidoi dari kuasa hukum," kata Dr Solehuddin SH MH, kuasa hukum T Saiful Bahri kepada Serambinews.com, Minggu (31/3/2019).

Baca: Video Viral, Demi Bujuk Anggota KKB Menyerahkan Diri, Anggota TNI Ini Lepas Senjata: Mari ke Sini

Baca: Toke M dan Oknum Intelijen Berinisial S Rjs Disebut dalam Lingkaran Kasus Irwandi, Siapa Mereka?

Baca: Aktivis GeRAK Aceh Askhalani Pernah Tolak Jadi Saksi Meringankan Irwandi Yusuf, Tapi Utus Saksi Ini

Baca: Besok, Irwandi Yusuf Sampaikan Sendiri Pembelaan Pribadi di Depan Majelis Hakim Sidang Tipikor

Dalam risalah pembelaannya, kata Solehuddin T Saiful Bahri ingin mempertegas, bahwa sebagai pengusaha dan orang sipil tidak bisa dijerat dengan pasal gratifikasi.

"Bahwa yang dilakukan oleh Teuku Saiful adalah bagaimana memajukan Aceh dengan mengadakan berbagai kegiatan. Uang yang diterima dari pengusaha semata-mata untuk Aceh Maraton dan pembuatan video kopi," kata Dr Solehuddin mengenai kisi-kisi pleidoi pribadi T Saiful Bahri.

Sedangkan pembelaan hukum, lanjut Solehuddin, pihaknya telah menyiapkan dalil-dalil hukum mematahkan dakwaan jaksa.

"Pasal gratifikasi adalah untuk pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara, penyelenggara negara. T Saiful adalah seorang sipil," ujarnya.

Bahwa uang yang diterimaT Saiful dari Bupati Bener Meriah Ahmadi seperti terungkap dalam sidang, adalah untuk kepentingan Aceh Maraton.

"Uang pribadi Teuku Saiful juga terpakai sampai 700 juta," ujar Solehuddin.

Adapun pengakuan saksi Dedy Mulyadi yang menyerahkan yang kepada T Saiful, menurut kuasa hukum, murni untuk kepentingan 'meugang' dan uang itu sifatnya pinjaman.

"Bahwa didakwakan T Saiful bisa mengatur-ngatur proyek tidak terbukti, justru perusahaan terdakwa kalah dalam tender," tukasnya.

Hal lain yang tidak bisa dibuktikan adanya hubungan antara Irwandi Yusuf dan T Saiful Bahri merencanakan pengaturan proyek DOKA.

"Terdakwa tidak pernah diperintah mengatur proyek oleh Irwandi," demikian Solehuddin.

Dalam persidangan Senin pekan lalu, terdakwa T Saiful Bahri dituntut pidana 6 tahun penjara subsider tiga bulan kurungan dan denda Rp 250 juta.

T Saiful Bahri dihadapkan ke meja pengadilan sebagai terdakwa bersama-sama dengan Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved