Dua Guru Besar Jerman Isi Kuliah Umum

Dua guru besar asal Jerman, Prof Dr jur Stefan Koos dari Universitat der Bundeswehr Munchen

Dua Guru Besar Jerman Isi Kuliah Umum
SERAMBI/YARMEN DINAMIKA
GURU Besar asal Jerman sedang memberi kuliah umum, di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Jumat (30/3).

* Di FH Unsyiah, P3KHAN, dan FH Unmuha

BANDA ACEH - Dua guru besar asal Jerman, Prof Dr jur Stefan Koos dari Universitat der Bundeswehr Munchen dan Prof Dr Michael Bohne dari University of Applied Science and Arts Dortmund memberi kuliah umum (public lecture) di dua tempat di Banda Aceh, Jumat (29/3). Sementara pada Sabtu (30/3), dua Profesor tersebut juga memberi kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh.

Pada Jumat pagi, kedua ahli hukum itu tampil di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH Unsyiah), sedangkan sorenya tampil di Aula Pusat Pelatihan, Pengembangan, dan Kajian Hukum Administrasi Negara (P3KHAN) atas undangan Kepala P3KHAN dan Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Aceh.

Saat membuka acara, Dekan FH Unsyiah, Prof Dr Ilyas MHum mengatakan, kuliah umum tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan civitas akademika tentang perkembangan global di bidang hukum yang terus berkembang.

Dua guru besar yang dikenal luas di Jerman ini memiliki keahlian yang andal di bidangnya masing-masing. Prof Stefan Koos memiliki keahlian di bidang Civil Law, Corporation Law, Competition Law, dan International Private Law.

Di samping bekerja sebagai dosen di universitas tersebut, Prof Stefan juga bekerja sebagai konsultan hukum untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan bidang keahliannya.

Sedangkan Prof Michael Bohne memiliki keahlian di bidang Media Law, IT Law, Copyrights Law, Competition Law, dan Data Protection Law. Sama seperti Prof Stefan, Prof Michael di samping berprofesi sebagai dosen juga sebagai konsultan hukum.

Kuliah umum yang berlangsung penuh dalam bahasa Inggris itu dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FH Unsyiah, Dr Azhari Yahya MCL, MA yang merupakan lulusan S3 dari Monash University, Australia.

Seperti kuliah-kuliah umum sebelumnya, kuliah umum kali ini juga diikuti oleh para dosen, ketua bagian, Koordinator Program Studi, serta mahasiswa S1, S2, S3, dan MKn FH Unsyiah.

Topik kuliah yang disampaikan Prof Stefan Koos adalah Artificial Intelligence-Legal Reality or Science Fiction? Civil Law, Legal Ethic, and Constitutional Question. Inti dari kuliah tersebut adalah bagaimana hukum harus mampu menyikapi setiap perubahan yang terjadi ke depan saat teknologi berkembang begitu pesat dalam memenuhi setiap kebutuhan manusia. “Kalau hukum tidak mampu menjawab perkembangan teknologi, ini merupakan suatu kemunduran,” ujarnya.

Untuk itu, ahli hukum dia sarankan untuk berpikir futuristik dalam membuat/menyusun aturan-aturan hukum ke depan.

Selanjutnya, topik kuliah umum yang disampaikan Prof Michael Bohne, “Freedom in Speech in a Digital World”. Intinya adalah bagaimana memproteksi percakapan atau penyampaian pendapat melalui dunia digital yang dilakukan oleh setiap orang pada era digitalisasi ini.

Kuliah umum tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata dari pimpinan Fakultas Hukum yang diwakili Dr Azhari Yahya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik kepada dosen tamu tersebut.

Topik yang sama juga disampaikan oleh kedua guru besar asal Jerman tersebut saat tampil di Aula P3KHAN Aceh yang dulunya bernama Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur IV Lembaga Administrasi Negara.

Seusai acara, Kepala P3KHAN, Ir Faizal Adriansyah MSi dan Kepala ORI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin MH menyerahkan plakat dan cendera mata kepada dua dosen tamu tersebut.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved