Enam Unit Rumah Rusak

Enam unit rumah di Desa Rema Baru, Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues (Galus) mengalami kerusakan akibat diterjang angin

Enam Unit Rumah Rusak
SERAMBI/RASIDAN
6 unit rumah warga desa Rema Baru di kecamatan Kutapanjang, Galus diterjang angin puting beliung, Jumat (29/3/2019).

* Puting Beliung Landa Galus

BLANGKEJEREN - Enam unit rumah di Desa Rema Baru, Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues (Galus) mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi Jumat (29/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi, musibah tersebut tidak hanya terjadi di Desa Rema Baru, tetapi juga di sejumlah desa lainnya. Seperti di Desa Tempeng, dilaporkan sejumlah pohon ikut tumbang akibat dihantam angin puting beliung tersebut.

“Di Rema Baru, 4 unit mengalami rusak berat, sedangkan 2 unit lainnya mengalami rusak ringan,” sebut Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Galus, Sabandi, Jumat (29/3).

Keenam rumah tersebut ia katakan mengalami kerusakan pada bagian atap, bahkan ada rumah yang atapnya terbang terbawa angin hingga beberapa meter dari lokasi rumah.

Kepala desa setempat Salam menerangkan, memang akibat bencana ini telah merusak beberapa rumah warga. “Kerusakan tata-rata terdapat di bagia atap rumah lantaran ditiup angin kencang ” katanya.

Adapun rumah yang mengalami rusak berat yaitu rumah milik Enen Ati, Bakar, Aman Siti Hajar, dan Tok Badak. Sedangkan dua lainnya yang mengalami rusak ringan adalah milik Aman Srikaya dan Aman Uning. “Kini korban atau pemilik rumah itu terpaksa mengungsi kerumah familli atau keluarganya di desa tersebut,” imbuh Sabandi.

Kepala Desa Rema Baru, Salam, juga menyampaikan hal yang sama. Angin puting beliung yang terjadi pada Jumat sore kemarin dia katakan memang telah merusak beberapa rumah warga. “Kerusakan tata-rata terdapat di bagia atap rumah lantaran ditiup angin kencang ” ucapnya.

Penuturan sejumlah warga Desa Rema Baru, sebelum kejadian atau sekitar pukul 16.00 WIB, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Sekitar 30 menit kemudian terjadilah angin puting beliung yang bertiup cukup kencang. Kejadian tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15-20 menit.

Pihak terkait dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Galus dilaporkan juga sudah turun ke lokasi untuk mendata kerusakan dan menyalurkan bantuan.

Bencana angin puting beliung di Gayo Lues dan Bener Meriah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Sejak Januari 2019 kemarin saja, kedua kabupaten tersebut telah beberapa kali disapu angin perusak tersebut.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada beberapa penyebab mengapa bencana angin puting beliung terus meningkat. Yaitu perubahan penggunaan lahan, dampak perubahan iklim yang menyebabkan makin meningkatnya ketidaksatabilan dinamika atmosfer lokal, dan aktivitas penduduk lainnya.

Fenomena puting beliung ini lebih banyak terjadi pada masa transisi, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Meski datang tiba-tiba, namun ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan kemungkinan datangnya puting beliung.

Di antaranya, diawali dengan udara yang terasa panas akibat radiasi matahari yang cukup kuat di suatu pagi hingga siang. Kemudian tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis) dan di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi layaknya bunga kol. Awan Cumulus dengan tepian berwarna abu-abu itu kemudian akan berubah warna dengan cepat menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus.

Setelah itu, pepohonan, dahan atau ranting yang ada di sekitar akan mulai bergoyang cepat. Tanda berikutnya adalah adanya sentuhan udara dingin di sekitar tempat tersebut. Hujan akan hujan sangat deras secara tiba-tiba di titik di mana angin kencang ini berhembus. Jika hujan hanya gerimis maka angin puting beliung terjadi di titik lebih jauh.(**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved