Breaking News:

Komentari Kasus Korupsinya, Irwandi: Peu Ji Teupue Apa Karya, Tahunya Cuma Martti Ahtisaari dan JK

Irwandi melanjutkan "Apa Karya tak tahu apa-apa (soal kasus saya). Apa Karya hanya tahu Martti Ahtisaari dan Jusuf Kalla

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/IST
Kalase Serambinews.com Apa Karya dan Irwandi Yusuf. 

Laporan Fikar W Eda Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi Irwandi Yusuf menyebutkan Zakaria Saman atau lebih dikenal dengan Apa Karya tidak paham dengan kasus korupsi yang membelitnya saat ini di KPK.

"Peu jie teupue le Apa Karya," kata Irwandi Yusuf kepada Serambinews.com, Minggu (31/3/2019) saat mengomentari pernyataan Zakaria Saman mengenai kasus korupsi yang melilit Irwandi Yusuf.

Pernyataan berbahasa Aceh itu kurang lebih artinya "Apa yang dia ( Apa Karya) tahu (tentang kasus saya)."

Irwandi melanjutkan " Apa Karya tak tahu apa-apa (soal kasus saya). Apa Karya hanya tahu Martti Ahtisaari dan Jusuf Kalla," kata Irwandi Yusuf lagi.

Gubernur nonaktif Aceh itu didakwa melakukan tindak pidana korupsi menerima suap dan gratifikasi.

Baca: Ketua Umum PDI-P Megawati: Warga yang Tidak Menggunakan hak Pilih atau Golput Adalah Pengecut

Baca: Live Streaming Final India Open 2019 - Misi 3 Ganda Indonesia Raih Gelar Perdana Tahun Ini

Baca: Video Viral, Demi Bujuk Anggota KKB Menyerahkan Diri, Anggota TNI Ini Lepas Senjata: Mari ke Sini

Jaksa KPK menuntut Irwandi dengan pidana 10 tahun penjara subsider enam bulan kurungan, denda Rp 500 juta, dan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.

Mantan elite GAM, Zakaria Saman alias Apa Karya dalam pernyataannya kepada Serambi terkait kasus Irwandi sebagai hasil rekayasa pihak-pihak tertentu tidak bisa dijadikan referensi.

Ia menegaskan lebih baik kasus tersebut diserahkan kepada hukum.

“Menurot loen, Irwandi didrop ateuh dasar hukom, meunyoe hana dasar hukom panena jeut didrop beurangkaho. Jadi leubeh get tapulang bak hukom. (Menurut saya, Irwandi ditangkap atas dasar hukum, kalau tidak ada dasar hukum mana bisa ditangkap sembarangan. Lebih baik kita serahkan kepada hukum),” kata Apa Karya menjawab Serambi, kemarin.

Apa Karya secara khusus dimintai keterangan terkait berita eksklusif Serambi dua hari lalu berjudul ‘Nova: Saya Dituding Berkhianat’.

Namun, Apa Karya diminta keterangan terkait pernyataan Irwandi yang menyebutkan, penangkapan dirinya oleh KPK dilatarbelakangi oleh oknum-oknum tertentu karena sakit hati.

Apa Karya juga menepis isu politik di balik penangkapan Irwandi dalam kasus dugaan suap dana otonomi khusus Aceh (DOKA) 2018.

Menurut mantan menteri pertahanan GAM tersebut, jika penangkapan Irwandi karena permainan politik, maka dunia internasional, terutama yang pernah membantu Aceh dalam meretas jalan menuju perdamaian belasan tahun lalu, pasti akan membantu.

"Meunyoe karena politek Irwandi didrop le KPK, donya akan didong rhot geutanyoe. Nyan Martti Ahtisaari pasti dibantu, seubab geutanyoe hana lheuh lom bak awak nyan. (Jika karena politik Irwandi ditangkap KPK, dunia akan membela kita. Martti Ahtisaari pasti akan membantu, karena kita belum dilepas oleh mereka),” kata Apa Karya.

Apa Karya juga tak yakin kalau Irwandi ditangkap karena oknum intelijen negara--seperti pengakuan Irwandi--yang terlanjur sakit hati kepadanya.

Pasalnya, Irwandi memiliki beberapa jenderal yang dijadikan penasihat hukumnya.

“Na tujoh droe jenderal nyang diangkat jeut keu penasihat jih lheuh dilantik seubagoe gubernur. Kon ureung Aceh dicok, kon ulama, tapi jenderal, meudeh kon na jenderal nyang meudong watee jidrop. (Ada tujuh jenderal yang diangkat jadi penasihat dia setelah dilantik jadi gubernur. Bukan orang Aceh diambil, bukan ulama, tapi jenderal, maunya kan ada jenderal itu yang membela saat dia ditangkap),” kata Apa Karya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved