Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh Gelar Kongres

Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) gelar Kongres ke III di Asrama Haji

Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh Gelar Kongres
SERAMBINEWS.COM /MASRIZAL
Acara pembukaan Kongres ke III FPMPA di Asrama Haji, Banda Aceh, Jumat (29/3/2019) malam. 

BANDA ACEH - Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) gelar Kongres ke III di Asrama Haji, Banda Aceh, Jumat-Minggu (29-31/3). Acara yang dihadiri Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar dan sejumlah pejabat itu dibuka oleh Asisten II Setda Aceh, Takwallah, Jumat (29/3) malam.

Dalam sambutannya yang mewakili Plt Gubernur Aceh, Takwallah mengajak para pemuda untuk ikut serta memantau, mengoreksi dan memperkuat arah pembangunan di Aceh. Untuk terlibat dalam kancah pembangunan itu, kata dia, tidak cukup sebatas dengan semangat. Pemuda harus memperkuat kapasitas dirinya agar peka melihat keadaan, serta mampu melahirkan ide-ide yang cerdas.

“Kehadiran forum ini tidak sebatas menyatukan pemuda Aceh tapi juga memfasilitasi agar pemuda Aceh lebih berkembang. Dengan demikian estafet kepemimpinan daerah kita akan berjalan mulus untuk menghasilkan pencapaian yang lebih baik,” katanya.

Pemerintah Aceh, kata Takwallah, membuat beragam program untuk memperkuat kapasitas pemuda, seperti program Aceh Caroeng, Aceh Meuadab, dan Aceh Teuga. Program itu, menurut Takwallah, penting dijalankan sebagai antisipasi terhadap era bonus demografi yang diprediksi terjadi dalam 25 hingga 30 tahun ke depan di Indonesia.

Artinya, di saat itu, jumlah warga usia produktif rakyat Indonesia jauh melampaui warga usia non-produktif. “Jika tidak ditopang SDM yang baik, angka pengangguran dan kemiskinan pasti meningkat. Kalau saja anak-anak muda ini tidak memiliki kompetensi memadai untuk bersaing, bisa dibayangkan betapa beratnya beban sosial yang kita hadapi nanti. Impian kita untuk menekan angka kemiskinan di Aceh menjadi 11,42 persen pada tahun 2022, tentu akan sulit dicapai,” kata Takwallah.

Sebelumnya, dewan pendiri FPMPA, Muhfied Al Kamal menyampaikan kilas balik berdirinya lembaga tempat berhimpunnya paguyuban seluruh Aceh. Kata dia, lembaga itu awalnya sudah digagas antara tahun 1989-1999. Namun tidak berjalan karena kondisi Aceh saat itu sedang berkonflik.

Kemudian, semangat itu kembali timbul pada 2009. Setelah melakukan konsolidasi antarorganisasi, baru pada tahun 2013, FPMPA menggelar KOngres perdana. Kongres ke II dilaksanakan pada 2015 dan berlanjut Kongres ke III tahun 2019.

Sementara Ketua FPMPA, Sudirman mengucapkan terimakasih kepada semua pengurus berpartisipasi menjalankan roda organisasi itu. Dia berharap, kepengurusan ke depan lebih baik dari sebelumnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved