Sate Matang Kuliner Khas Bireuen

Festival Sate Matang merupakan bagian dari promosi kuliner khas Bireuen ke berbagai daerah

Sate Matang Kuliner Khas Bireuen
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
PULUHAN kaum ibu, Sabtu (30/3) sedang mencicipi sate matang dalam kegiatan festival sate matang yang dillaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di lapanan Galakticos, Cot Gapu, Kota Juang Bireuen. 

BIREUEN – Festival Sate Matang merupakan bagian dari promosi kuliner khas Bireuen ke berbagai daerah. Malahan, Sate Matang semakin dikenal luas sampai ke Jakarta hingga luar negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani saat membuka Festival Sate Matang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di Lapangan Galacticos, Cot Gapu, kemarin. Pembukaan acara itu dihadiri unsur Forkompimda, seluruh camat, tokoh masyarakat, ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, dan ratusan warga.

Sate Matang, katanya, salah satu makanan khas yang muncul sejak puluhan tahun lalu di Matanggeulumpang Dua. Kini, sudah ada di mana-mana sampai ke Medan maupun Jakarta. Rangkain kegiatan kemarin dimulai dengan memasak sate matang oleh puluhan pengusaha warung makan, perwakilan kecamatan, maupun kaum ibu PKK dari seluruh kecamatan.

Selain itu, juga dipamerkan beragam home industri makanan khas Bireuen berupa keukarah, meusekat, timphan berbagai rasa, kue gring dan beragam jenis kue lainnya. Seluruh stand yang dibuat sederhana dan terbuka telah diisi para peserta. Ratusan siswa ikut ambil bagian sebagai panitia membantu di masing-masing kecamatan.

Lapangan yang luasnya mencapai 2 hektar lebih sebagian sudah dijadikan lokasi perlombaan memasak sate matang, pameran maupun pasar seni. Festival yang digelar tersebut yaitu pameran kuliner sate matang, kompetisi atau perlombaan memasak sate matang, kenduri, dan piasan seni.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Dra Irmayani dalam laporannya mengatakan, festival yang digelar merupakan upaya Pemerintah Aceh memacu minat wisatawan mancanegara maupun domistik untuk menikmati potensi wisata di Bumi Serambi Mekkah.

Usai pembukaan, Wabup Bireuen serta unsur dari Disbupar Aceh melakukan peninjauan ke seluruh stand didampingi panitia. Selain itu, para peserta festival mengantar produk mereka berupa sate matang untuk dicicipi bersama di tenda maupun tempat lainnya di seputaran lapangan tersebut.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved