Tersangka Korupsi RSUD Divonis

Hakim Pengadilan Negeri Tipikir Aceh, Kamis (28/3) siang menjatuhkan vonis terhadap empat tersangka korupsi

Serambinews.com
Gedung RSUD Pidie Jaya 

* Dari 12 Sampai 15 Bulan Penjara

MEUREUDU - Hakim Pengadilan Negeri Tipikir Aceh, Kamis (28/3) siang menjatuhkan vonis terhadap empat tersangka korupsi pengadaan funiture nurse station Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya (Pijay). Hukuman yang dijatuhkan, dari 12 bulan sampai 15 bulan penjara.

Empat tervonis yakni Jailani Bin M Gade, Hasan Basri A Jalil, Ra’jab Aiyub, dan Fauzi Bin Ismail. Mereka terbukti telah merugikan negara sebesar Rp 250 juta pada APBK 2016 lalu.

“Dari empat tersangka ini, satu diantaranya dihukum 15 bulan penjara dan tiga lainnya, masing-masing 12 bulan penjara,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pijay, Basuki Sukardjono SH MH, Sabtu (30/3). Disebutkan, dari fakta persidangan, Jailani M Gade terbukti sebagai aktor utama dalam perkara tersebut.

Sehingga, katanya, majelis hakim menjatuhi hukuman penjara terhadap yang bersangkutan salama 15 bulan penjara dan denda Rp 50 juta serta subsidair 3 bulan kurungan. Disebutkan, putusan hukum terhadap Jailani M Gade ini dikarenakan diyakini oleh majelis hakim bahwa yang bersangkutan sebagai pemeran utama, sehingga menyebabkan kerugian negara.

Dia menambahkan tiga terdakwa lainnya, masing-masing Hasan Basri A Jalil, yang bertindak sebagai perusahaan pemasok kebutuhan fasilitas kursi dan meja ruang rawat inap dijatuhi hukuman 12 bulan penjara dan denda Rp 50 juta serta subsidair tiga bulan kurangan.

Sedangkan hukuman yang sama juga dijatuhi terhadap dua aparatur sipil negara (ASN), masing-masing Ra’jab Aiyub dan Fauzi Ismail. Dia menjelaskan

berat dan ringgannya hasi keputusan ini, berdasarkan fakta dan peran masing dalam persidangan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir ini.

Basuki mengatakan keputusan majelis hakim dalam sidang pamungkas di Pengadilan Tipikor, Banda Aceh ini, maka keempat tersangka secara terbuka menerima hasil putusan hakim. Tetapi, pihak Kejari Pijay masih pikir-pikir terhadap vonis tersebut sampai menerima amar putusan yang lebih sempurna, katanya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved