Sidang DOKA

Toke M dan Oknum Intelijen Berinisial S Rjs Disebut dalam Lingkaran Kasus Irwandi, Siapa Mereka?

Irwandi secara gamblang menuturkan ada peran oknum tertentu yang menyeretnya hingga menjadi pesakitan di kursi terdakwa di depan Majelis Hakim Pengadi

Toke M dan Oknum Intelijen Berinisial S Rjs Disebut dalam Lingkaran Kasus Irwandi, Siapa Mereka?
Wartakota/Henry Lopulalan
SIDANG LANJUTAN - Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf sedang mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan di pengadilan Tipikor, Jalan Bunggur Besar, Jakarta Pusat, Senin(11/2/2019). Terdakwa kasus suap DOKA 2018 dan kasus penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang dengan agenda sidang mendengarkan 30 orang saksi. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan sidang dugaan korupsi dengan terdakwa gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf menyibak tabir baru atas dugaan keterlibatan beberapa pihak dalam perkara yang membelitnya.

Irwandi secara gamblang menuturkan ada peran oknum tertentu yang menyeretnya hingga menjadi pesakitan di kursi terdakwa di depan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Di antara para pihak yang diduga, tersebutlah dua nama yakni Toke M dan oknum intelijen berinisial S Rjs.

Siapa sesungguhnya kedua orang yang oleh Irwandi dikatakan melakukan aksi balas dendam karena keduanya kalah dalam tender proyek di Sabang?

"Askhalani (aktivis GeRAK Aceh) pernah mengakui kepada saya bahwa kekalahan Toke M pada tender Balohan Sabang sebagai pemicu gerakan balas dendam. Di belakang dia ada oknum intelijen bernama S Rjs," kata Irwandi Yusuf kepada Serambinews.com, Minggu (31/3/2019).

Merurut Irwandi aksi "balas dendam" tersebut diduga turut andil dalam upaya menyeretnya menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi yang saat ini tengah dalam proses sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Ashkalani sebelumnya pernah diminta menjadi saksi meringankan untuk terdakwa Irwandi Yusuf. Tapi Askhalani menolak karena ada conflict of interest dengan KPK sebagai donatur GeRAK.

"Akhirnya ia mengutus Muhammad MTA untuk menjadi saksi a de charge," kata Irwandi. Disebutkan, Askhalani juga pernah diminta bantuan melacak rekam jejak para calon eselon II yang sudah menjalani fit and proper test.

Terkait peran Toke M dan oknum intelijen S Rjs ini, Irwandi Yusuf membeberkannya dalam sebuah wawancara khusus kepada jurnalis Serambinews.com di Jakarta Fikar W Eda.

Halaman
123
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved