Dua Caleg Terancam Dilapor ke Panwaslih

Dua calon anggota legislatif dari Partai Demokrat terancam dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilihan

Dua Caleg Terancam Dilapor ke Panwaslih
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Ketua DPC Pantai Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita (tengah) saat meninjau kesiapan panitia penyambutan SBY Tour Toba - Seulawah 

* Adakan Pertemuan dengan Perangkat Gampong

KUALASIMPANG - Dua calon anggota legislatif dari Partai Demokrat terancam dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setelah terindikasi mengadakan pertemuan dengan sejumlah datuk penghulu dan mukim. Selain dinilai melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), tindakan keduanya juga terindikasi melanggar UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Sumber Serambi menjelaskan, kedua caleg itu yakni Hamdan Sati yang caleg DPRI dan Nora Idah Nita yang terdaftar sebagai caleg DPRA. Pertemuan berlangsung di Kampung Jamborambong, Kecamatan Bandarpusaka, Sabtu (30/3) sore. Dalam pertemuan itu terlihat lima orang yang masih berstatus aktif sebagai datok penghulu dan seorang mukim.

Ketua Panwaslih Kecamatan Bandarpusaka, Rafa’i, memastikan bahwa berdasarkan surat pemberitahuan yang mereka terima, pertemuan itu merupakan kampanye. Artinya, kata dia, ada indikasi kehadiran perangkat gampong itu telah melanggar PKPU Nomor 33 tentang Larangan Keterlibatan Perangkat Desa dalam Tim Kampanye.

Namun sebelum memutuskan perkara ini, Panwaslih Bandarpusaka terlebih dahulu akan menggelar pleno pada Senin (1/4). “Bila dalam pleno ditemukan indikasi pelanggaran, maka akan kami teruskan ke Panwaslih Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Rafa’i, Minggu (31/3) malam.

Ketua Panwaslih Aceh Tamiang, Imran SE, ketika dikonfirmasi Serambi mengaku telah mendengar informasi terkait dugaan pelanggaran aturan itu. Namun secara prosedural, kata dia, masih menunggu laporan Panwaslih Kecamatan. Imran mengatakan, bila nantinya dugaan pelanggaran itu terbukti, maka perbuatan Nora dan Hamdan juga melanggar Pasal 280 ayat (2) UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. “Jadi bukan hanya melanggar PKPU, ada juga undang-undang yang mengatur larangan ini,” kata Imran.

Caleg DPRA Nora Idah Nita menjelaskan, keberadaan dirinya bersama Hamdan bukanlah kampanye, melainkan pertemuan biasa. Dia juga menegaskan tidak tahu kalau di antara masyarakat yang hadir terdapat datok penghulu dan mukim. “Saya tahunya baru malam ini. Kalau tahu mana mungkin berani, kan di situ (dalam pertemuan) diawasi panwas,” kata Nora yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang.

Seperti halnya Nora, Hamdan Sati juga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut cuma silaturahmi biasa dengan masyarakat. “Bukan kampanye. Saya juga tak tahu kalau di situ ada datok. Saya tak tanda lagi datok saya,” kata mantan Bupati Aceh Tamiang ini. Lebih dari itu, kata Hamdan, dirinya hanya memenuhi undangan Patai Demokrat. “Hanya memenuhi undangan partai. Tidak berorasi saya,” tandasnya kembali.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved