Kyriad dan Pemko Peringati Earth Hour

Peringatan Earth Hour dilaksanakan di sejumlah tempat di Banda Aceh, di Hotel Kyriad Muraya

Kyriad dan Pemko Peringati Earth Hour
IST
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Director of Human Capital, General Support and Legal WWF Indonesia, Apin Aviyan, Darwati A Gani dan Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh, Jalaluddin. memukul rapa-i pada peringatan Earth Hour, di Balai Kota Banda Aceh, sabtu (30/3) malam. 

* Lampu Dipadamkan Satu Jam

BANDA ACEH - Peringatan Earth Hour dilaksanakan di sejumlah tempat di Banda Aceh, Sabtu (30/3) malam. Selain di Hotel Kyriad Muraya, kegiatan yang diwarnai pemadam lampu selama satu jam itu juga digelar di Balai Kota Banda Aceh.

Pada peringatan itu, Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh gelap gulita dari pukul 20.30 Wib hingga 21.30 Wib, mulai dari halaman, lobi, restoran, basement, hingga kamar tamu di lantai atas. Puncak acara dipusatkan di lobi hotel, dengan membakar seutas tali membentuk tulisan 6O+ dan penandatanganan petisi.

Peringatan earth hour itu melibatkan semua karyawan hotel dan sejumlah tamu yang menginap. Bahkan para tamu secara kompak mematikan tamu ketika puncak kegiatan dimulai.

GM Kyriad Muraya Hotel, Bambang Pramusinto kepada Serambi mengatakan, Kyriad ikut berpartipasi dalam kegiatan itu sebagai bentuk kampanye untuk menghemat energi dan memberi waktu untuk istirahat sejenak kepada bumi. “Satu jam mematikan listrik di gedung ini sudah cukup memberi kontribusi terhadap pencegahan pemanasan global,” ujar Bambang.

Ia berharap kegiatan positif itu dapat dilaksanakan setiap tahun dan oleh semua pihak. Earth Hour merupakan agenda yang diperingati setiap tahun, tepatnya pada 24 Maret malam. Kegiatan ini merupakan kampanye secara global untuk mengajak penduduk dunia peduli terhadap bumi.

Peringatan Earth Hour juga dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh. Kegiatan yang turut dihadiri Dandim 0101/BS, Letkol Inf Hasandi Lubis, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, Darwati A Gani dan sejumlah Kepala SKPK jajaran Pemko Banda Aceh, dan sejumlah komunitas pencinta lingkungan, dipusatkan di balai kota.

Puncak peringatan ditandai dengan pemukulan Rapa-i oleh Wali Kota, Aminullah Usman, yang merupakan Duta Earth Hour 2019, bersama Director of Human Capital, General Support and Legal WWF Indonesia, Apin Aviyan, Darwati A Gani dan Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh, Jalaluddin. Sesaat kemudian, lampu-lampu di Balai Kota dimatikan dan hanya diterangi cahaya lilin yang telah disiapkan panitia. Pemadaman lampu dimulai pukul 21.00 Wib hingga 22.00 Wib.

Pemadaman lampu tidak hanya di Balai Kota, sejumlah ikon di Banda Aceh ikut mengurangi penggunaan lampu selama satu jam. Ada sejumlah bangunan yang ikut mematikan lampu pada malam puncak Earth Hour, yakni Masjid Raya Baiturrahman, Tugu Simpang Lima, Hermes Hotel, Museum Tsunami dan gedung Banda Aceh Convention Hall.

Aminullah berharap kegiatan ini tidak sebatas seremonial belaka. Tapi harus ada aksi nyata peduli dan sayangi bumi dengan menggerakkan lebih banyak pihak untuk kelangsungan sumber daya alam yang ada di planet bumi.

“Dan bukan hanya sebatas mematikan lampu satu jam saja. Masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan dalam rangka peduli terhadap bumi. Bisa dengan mengubah gaya hidup yang ramah lingkungan seperti menghemat penggunaan kertas, tisu, aktifitas transportasi publik hingga mengurangi potensi sampah,” tandas Aminullah.

Sementara Director of Human Capital, General Support and Legal WWF Indonesia, Apin Aviyan mengapresiasi wali kota dan jajaran Pemko Banda Aceh atas terselenggaranya kegiatan yang mengkampanyekan hemat energi selama satu jam di Balai Kota. Kegiatan ini digelar serentak di 175 negara di dunia dan di 32 kota kota besar di Indonesia.(mun/aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved