Jurnalisme Warga

Raja Ampat, Oh Indahnya Negeri Surgawi Ini

SAAT itu Jumat, 29 Maret 2019, jarum jam menunjukkan pukul 7 WIT. Semua peserta Rapat Kerja Nasional Badan Penghubung

Raja Ampat, Oh Indahnya Negeri Surgawi Ini
IST
Ir. CUT PUTRI ALYANUR

Lain lagi pesona molek Telaga Bintang yang aduhai.

Ada juga Friwen, pantai yang menawan. Saat semua pengunjung turun di tepi pantainya, pisang goreng raja yang sedang digoreng, panas, pakai sambal pedas, disuguhkan kepada kami. Sungguh menyempurnakan nikmat yang kami rasakan di pulau kecil dalam kungkungan laut besar ini.

Di sini juga ada kopi asli Sorong, namanya ‘kopi senang’.

Sesenang (segembira) hati pengunjung yang selalu riang bersama musik dan lagu-lagu khas Papua yang dinyanyikan dan ditarikan oleh para guide muda nan santun, anak laut sejati. Mereka adalah putra-putri Papua yang mendampingi kami dalam perjalanan yang teramat mengesankan ini.

Pelan tapi pasti, malam pun mulai menampakkan diri bersama bulan. Kami segera memacu boat “pengharapan” agar bisa mengarungi samudra yang sedang bergelombang, tapi bersahabat.

Saat itu, antara makhluk dan Penciptanya semakin nyata. Maka, nikmat mana lagikah dari Tuhanmu yang engkau dustakan?

Bermalam di Homestay Mamatua untuk selanjutnya mencicipi gurihnya ikan laut segar itu adalah anugerah. Dan anugerah Ilahi ini semakin sempurna karena dilengkapi suguhan kopi Ulee Kareng yang menjadi minuman kopi pembanding antara kopi Papua dan kopi Aceh malam itu. Masing-masing dengan kelezatannya yang bikin ketagihan.

Malam di bawah temaram bulan, di bibir pantai yang teduh, kontemplasi tentang perjalanan hidup pun berlangsung syahdu. Masing-masing diri punya khilaf dan salah, maka di keheningan malam inilah ampunan dari Sang Pencipta kami harapkan. Tanpa terasa tetes air mata jatuh saat ibadah malam dilakukan, mengharap ampunan dan rida serta berkah usia dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh tantangan dan melenakan ini.

Semua peserta adalah putra-putri terbaik bangsa yang hadir untuk berjuang dan bersepakat mengabdikan diri dalam dedikasi terbaik kepada bangsa, negara, dan agama sampai ujung waktu.

Pagi yang cerah, 30 Maret, Sabtu itu kami kembali ke Kota Sorong. Selanjutnya tinggal landas dan kembali ke pelukan tugas masing-masing, menunaikan pengabdian untuk Ibu Pertiwi.

Sungguh, ini adalah cerita indah yang sangat menyentuh jiwa. Dari sepotong “tanah surga” yang dionggokkan di hamparan laut yang permai, Raja Ampat. Sungguh, saya rindu untuk kembali lagi ke sini suatu saat nanti.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved