Teroris Pelaku Penembakan Masjid di Christchurch Keluhkan Perlakuan di Penjara

Diwartakan BBC, Minggu (31/3/2019), pria asal Australia Brenton Tarrant telah didakwa melakukan pembunuhan dan akan menyusul berbagai dakwaan lainnya.

Teroris Pelaku Penembakan Masjid di Christchurch Keluhkan Perlakuan di Penjara
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. (POOL New via Sky News) 

SERAMBINEWS.COM - Pada awal bulan ini, tepatnya 15 Maret 2019, sebuah tragedi memilukan menimpa umat muslim Selandia Baru.

Sebuah penembakan oleh seorang yang mengatasnamankan superamsi kulit putih Brenton Tarrant.

Alhasil usai tragedi tersebut si pelaku di tangkap dan hidup di balik jeruji besi.

Diwartakan BBC, Minggu (31/3/2019), pria asal Australia Brenton Tarrant telah didakwa melakukan pembunuhan dan akan menyusul berbagai dakwaan lainnya.

Baca: 4 Kesamaan Kecelakaan Pesawat Ethiopian ET302 dengan Lion Air JT610

Namun selama berada di dalam penjara, pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, mengadukan secara resmi atas perlakuan terhadap dirinya selama berada di penjara.

Seorang sumber mengatakan kepada situs berita Stuff, Tarrant mengaku tidak diberi akses panggilan telepon dan pengunjung.

Baca: Kata Terakhir yang Diucapkan Sang Pilot Sebelum Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh

Seperti diketahui, dia ditahan di Penjara Auckland di Paremoremo, yang dianggap sebagai penjara paling ketat di Selandia Baru.

Tarrant mengeluh kepada Departemen Pemasyarakatan karena merasa kehilangan hak-hak dasarnya.

"Dia berada di bawah pengawasan dan isolasi terus menerus," kata sumber tersebut.

Baca: VIDEO - Pelajar & Guru SMPN 4 Dewantara Aceh Utara Mogok, Para Pihak Lakukan Pertemuan Cari Solusi

"Dia tidak mendapatkan hak minimum yang biasanya. Jadi tidak ada panggilan telepon dan tidak ada kunjungan," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved