Lima Desa Terdampak Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Didesak Bangun Tanggul Pengaman Tebing  

Kawasan lima gampong di Kecamatan Babahrot, Abdya terkena dampak erosi aliran sungai Krueng Babahrot yang dilaporkan semakin mengganas.

Lima Desa Terdampak Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Didesak Bangun Tanggul Pengaman Tebing  
For Serambinews.com
ILUSTRASI -- Sebagian titik erosi dipancangi kayu untuk menghambat terjadi erosi Krueng Lamie di dekat jalan utama Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (28/3/2019). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kawasan lima gampong di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terkena dampak erosi aliran sungai Krueng Babahrot yang dilaporkan semakin mengganas selama beberapa tahun terakhir.

Pj Keuchik Gampong Simpang Gadeng, Laksamana kepada Serambinews.com, Rabu (3/4/20-19) menjelaskan, usulan pembangunan tanggul pengaman tebing sungai dari bahan batu gajah (pecahan batu besar) sudah diusulan dalam acara Musrenbang kecamatan, beberapa waktu lalu.

Usulan pembangunan tanggul pengaman tebing Krueng Babahrot juga pernah disampaikan beberapa keuchik lainnya, termasuk oleh sejumlah tokoh masyarakat dalam lima gampong kawasan tersebut.

Sedangkan tindakan sangat mendesak (darurat) menurut  Pj Keuchik, Laksamana adalah kegiatan normalisasi aliran Krueng Babahrot.

Dengan normalisasi  aliran sungai yang berliku-liku menjadi lurus sehingga diharapkan bisa memperkecil dampak ketika terjadi banjir.

Kawasan lima desa/gampong yang terkena dampak parah erosi Krueng Babahrot adalah Gampong Pantee Cermin, Teuladan Jaya, Simpang Gadeng, Cot Seumantok dan Alue Jerjak.

Peristiwa erosi yang mengganas  kurun waktu sekitar 3 tahun terakhir juga mengancam sejumlah rumah warga dan sarana umum kawasan tersebut.

“Jarak badan jalan pada tikungan Dusun Teuladan II dengan tebing sungai yang runtuh hanya tersisa sekitar 25 meter, dan salah satu rumah warga terancam ditelan erosi,” kata Pj Keuchik Gampong Simpang Gadeng, Laksamana.

Ketika terjadi banjir dipastikan terjadi peristiwa runtuh tebing sungai di sejumlah titik sehingga lahan perkebunan  bersama beragam jenis tanaman jatuh ke dalam aliran sungai.

Baca: Erosi Krueng Meureudu Bahayakan Permukiman Gampong Mesjid Tuha, Kuburan dan Rumah Nyaris Ambruk

Baca: Erosi Krueng Beukah Mengganas

Baca: Erosi Gerus Jembatan Peuribu

Baca: Erosi Krueng Suak Seumaseh Mengganas

Halaman
12
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved