Suhu Laut Dunia Kian Menghangat, Warga Pesisir di Seluruh Dunia Terancam Gelombang Kuat

Dan karena suhu permukaan laut memengaruhi pola angin di dunia, maka itu menjadi siklus mengerikan yang membuat ombak semakin kuat.

Suhu Laut Dunia Kian Menghangat, Warga Pesisir di Seluruh Dunia Terancam Gelombang Kuat
Gelombang besar melewati tanggul pemecah ombak di Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (24/5/2016). Gelombang tinggi akibat hujan dan angin kencang mengakibatkan terhentinya operasional pelayaran dari Ulee Lheue, Banda Aceh ke Balohan, Sabang maupun sebaliknya. SERAMBI/BUDI FATRIA 

SERAMBINEWS.COM - Kian hari, suhu laut di berbagai belahan dunia semakin menghangat. Demikian laporan dari para ilmuwan di University of California.

Kabar ini sekilas terlihat sebagai kabar baik, faktanya, laut yang semakin menghangat akan memicu peningkatan energi ombak.

Ombak-ombak yang semakin menguat ini tentu saja menjadi ancaman mengerikan bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir.

Baca: GeRAK Sesali Sikap PLTU Nagan Raya, Ini Penyebabnya

Terutama karena kenaikan permukaan air laut meningkatkan frekuensi dan intensitas badai.

"Untuk pertama kalinya, kami berhasil mengidentifikasi efek pemanasan global pada iklim gelombang," papar Borja G. Reguero, peneliti di Institute of Marine Sciences, University of California.

"Faktanya, kekuatan gelombang telah meningkat sebanyak 0,4% sejak 1948 dan ini berkaitan dengan kenaikan suhu laut di seluruh laut dunia."

Baca: Menurut Dr Reisa, Inilah Rahasia Untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak Sebelum Usia 5 Tahun

Untuk mendapat hasil tersebut, tim peneliti menganalisis energi yang ditransmisikan dari angin dan mengubahnya menjadi gerakan gelombang atau biasa disebut 'kekuatan gelombang'.

Mereka menemukan bahwa ketika permukaan laut menghangat, energi yang tersimpan dalam gelombang mengalami peningkatan.

Dan karena suhu permukaan laut memengaruhi pola angin di dunia, maka itu menjadi siklus mengerikan yang membuat ombak semakin kuat.

"Studi ini menunjukkan bagaimana kekuatan gelombang berpotensi menjadi indikator pemanasan global," kata Inigo J. Losada, wakil pemimpin penelitian.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved