Tiga dari 90 Gampong di Banda Aceh Akhirnya Ajukan Pencairan Dana

Tiga dari 90 gampong di Banda Aceh yakni Panteriek, Bandar Baru, dan Ceurih akhirnya mengajukan pencairan dana desa (gampong) ke DPMG Banda Aceh.

Tiga dari 90 Gampong di Banda Aceh Akhirnya Ajukan Pencairan Dana
Acehselatan.com
Ilustrasi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak tiga dari 90 gampong di Banda Aceh yakni Panteriek, Bandar Baru, dan Ceurih akhirnya mengajukan pencairan dana desa (gampong) ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Banda Aceh

Pengajuan tersebut sebagai upaya untuk menarik dana pemberdayaan masyarakat gampong tahun 2019, yang di dalamnya juga mencakup gaji aparatur setiap gampong.   

Dengan masuknya pengajuan dari tiga gampong tersebut ke DPMG, maka saat ini ada 87 gampong lagi di Banda Aceh yang belum mengajukan pencairan dana tersebut. 

Sebagian besar gampong tersebut masih berkutat soal kelengkapan berkas, sementara yang lainnya sedang melakukan perbaikan terhadap hasil evaluasi camat masing-masing. 

Informasi itu diungkapkan Kepala DPMG Banda Aceh, Drs Dwi Putrasyah kepada Serambinews.com, Rabu (3/4/2019).

Baca: Dana Gampong Macet, Pembayaran Upah Aparatur Desa di Pidie Tertunda

Baca: Wabup, Kapolres, Kajari, dan Dandim Aceh Selatan Sosialisasi Peraturan Pengelolaan Dana Gampong

Baca: Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Gampong

Dikatakan, pengajuan pencairan akan terus meningkat pada akhir pekan ini. 

“Saya prediksi akan banyak masuk di akhir pekan ini. Maka dari itu, Sabtu dan Minggu ini pegawai khusus bidang pemerintahan gampong tidak kami liburkan, demi percepatan pencairan dana gampong ini,” katanya. 

Menurut Dwi Putrasyah, masalah pencairan dana desa juga dirasakan di seluruh provinsi di Indonesia.

Adanya perubahan regulasi ke Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 yang mulai diterapkan tahun 2019, agak sukar dimengerti masyarakat. 

“Alhamdulillah Banda Aceh masih terdepan dibanding kabupaten dan kota lain di Aceh. Sudah 3 gampong mengajukan, dan akan disusul oleh gampong lainnya yang sedang perbaikan,” ujarnya. 

Untuk diketahui, gaji keuchik dan para aparatur lainnya di 90 gampong di Banda Aceh kembali tertahan pada tahun ini.

Belum seorang pun dari aparatur 90 gampong menerima upah, karena gajinya tertahan hampir tiga bulan dalam dana gampong yang belum cair. 

Penyebabnya tak lain karena belum selesainya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2019. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved