1MDB: Pria Flamboyan, Perdana Menteri, Penggila Pesta di Seputar Skandal Finansial Global

Setelah sejumlah penundaan, persidangan pertama terhadap Najib Razak akan dilakukan pada tanggal 3 April 2019.

1MDB: Pria Flamboyan, Perdana Menteri, Penggila Pesta di Seputar Skandal Finansial Global
AFP/Mohd Rasfan
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rasfan) 

Untuk benar-benar memahami sosok seorang Najib Razak kita perlu memeriksa asal-usulnya.

Sebagai putra tertua perdana menteri Malaysia yang kedua, Abdul Razak, dan juga keponakan dari perdana menteri yang ketiga, ia mewarisi sebuah dinasti politik.

Baca: Jual Beli Suara Haram

Ketika ia sendiri akhirnya menjadi perdana menteri tahun 2009 lalu - serta sebagai pemimpin partai yang mendominasi peta politik Malaysia selama setengah abad - hal itu tampak seolah ia akhirnya mendapatkan peran yang sudah ditakdirkan kepadanya.

Sebagai seorang anglofil alias orang yang mengagumi kerajaan Inggris, Najib menyelesaikan masa sekolah menengah atasnya di Malvern College, Inggris, sebuah sekolah privat bergengsi, sebelum melanjutkan studinya mempelajari ekonomi industri di Universitas Nottingham.

Latar belakang dan retorika tentang pentingnya Islam yang "moderat" membuat ia cocok dengan tokoh-tokoh kontemporer dari dunia barat, termasuk mantan PM Inggris, David Cameron dan Barack Obama.

Baca: Baru 3 Gampong Ajukan Pencairan

Tetapi awan mendung sudah menggelayuti sosoknya sejak awal ia menjadi perdana menteri.

Pertanyaan terkait kesepatakan kapal selam Perancis tahun 2002 yang ia buat ketika masih menjabat sebagai menteri pertahanan menyelimutinya.

Diduga suap sekitar USD130 juta (Rp1,85 triliun) telah dibayarkan sebagai bagian dari kesepakatan senilai $US1,2 miliar (Rp17 triliun) - yang terus disangkal Najib.

Pembunuhan keji terhadap seorang model asal Mongolia yang bekerja sebagai penerjemah dalam kesepakatan kapal selam tersebut juga menimbulkan pertanyaan.

Baca: Wajarkah Anak Memukul Orang Tua Karena Kesal? Jangan Didiamkan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Perancis terus menyelidiki kasus itu, sementara pemerintah Malaysia baru belakangan ini kembali membuka kasus tersebut. Najib bersikeras bahwa ia tak pernah bertemu perempuan itu.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved