LSM Jang-Ko Tolak Penambangan Emas PT Linge Mineral Resource di Kecamatan Linge

PT Linge Mineral Resource telah mengumumkan secara resmi di media cetak, tentang rencana usaha maupun kegiatan penambangan di Kecamatan Linge.

LSM Jang-Ko Tolak Penambangan Emas PT Linge Mineral Resource di Kecamatan Linge
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
ILUSTRASI -- Mahasiswa yang tergabung dalam Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) menggelar aksi menolak perusahaan tambang PT Emas Mineral Murni (EMM) di Nagan Raya dan Aceh tengah, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (28/3/2019). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), menolak kehadiran PT Linge Mineral Resource yang berencana melakukan kegiatan penambangan dan pengolahan biji emas DMP di Proyek Abong, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Mengemukanya penolakan tersebut, karena PT Linge Mineral Resource telah mengumumkan secara resmi di media cetak, tentang rencana usaha maupun kegiatan penambangan di Kecamatan Linge

Penolakan muncul dari sejumlah kalangan, termasuk diantaranya LSM Jang-Ko.

Koordinator LSM Jang-Ko, Maharadi kepada Serambinews.com, Kamis (4/4/2019) menyebutkan, pihaknya mendesak Pemerintah Aceh dan Kementerian ESDM untuk mencabut izin penambangan dan pengolahan biji emas oleh  PT Linge Mineral Resources di proyek Abong di kecamatan Linge,  Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. 

“Kami menolak perusahaan tersebut, melakukan kegiatan usaha penambangan dan pengolahan biji emas di negeri kami.  Sudah cukup bukti, kalau penambangan hanya menguntungakan elit. Dampak limbah sangat berbahaya dan sangat beracun. Belum lagi, efek negatifnya bagi  lingkungan serta masyarakat Aceh Tengah,” kata Maharadi.  

Baca: Walhi: Tak Ada Pertambangan di Indonesia yang tak Merusak Lingkungan

Baca: PTUN Jakarta Diminta Batalkan Izin PT EMM yang Dikeluarkan BKPM

Baca: Terkait Tambang Emas di Nagan Raya, Ini Penjelasan Humas Kementerian ESDM

Baca: PT EMM Beri Penjelasan Terkait Kasus Penolakan Tambang Emas

Disisi lain, sebut Maharadi, sebelumnya tidak ada upaya sosialisasi kepada masyarakat Linge terkait akan adanya penambangan emas di daerah itu.

Sehingga diduga, ada permainan perizinan serta perjanjian di bawah tangan.

“Dampak kerusakan akan mencederai penduduk sekitar serta berpotensi merusak lingkungan, perkebunan dan pertanian, serta habitat satwa yang ada di sana,” jelasnya.

Menurut Maharadi, pihaknya juga mendesak agar izin pertambangan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah seperti PT Linge Mineral Resources,  PT Takengon Mineral Resources,  serta PT Surya Resources segera dicabut.

“Hal itu, berdasarkan Ingub No. 09 tahun 2016 tentang mortarium izin usaha pertambangan mineral logam dan batu bara, izin ini harus dicabut karena tidak sesuai dengan perundang-undangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PT Linge Mineral Resource mengumumkan rencana usaha atau kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas dmp di Proyek Abong, yang berlokasi di Desa Lumut, Linge, Owaq, dan di Desa Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Skala besaran rencana usaha, dengan luas lebih kurang sekitar 9.684 hektare dengan target produksi maksimal 800 ribu ton per tahun. (*)

Penulis: Mahyadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved